Laporan Liputan6.com dari London: Prabowo Akan Bertemu PM Inggris Keir Starmer Hari Ini Selasa 20 Januari 2026

Presiden Prabowo Subianto memulai rangkaian kunjungan kerjanya ke London, Inggriyys pada Selasa (20/1/2026) dan akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memulai rangkaian kunjungan kerjanya ke London, Inggriyys pada Selasa (20/1/2026). Prabowo akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer di Kantor PM, 10 Downing Street, London, Selasa.

Prabowo dan PM Starmer akan melakukan pertemuan bilateral untuk membahas sejumlah isu serta kerja sama strategis. Salah satunya, kerja sama di bidang ekonomi, dimana Indonesia merupakan mitra ekspor terbesar ke-54 untuk Inggris.

Dalam kunjungan ini, Prabowo akan menandatangani kerja sama bidang maritim bersama pemerintah Inggris. Kerja sama tersebut berupa proyek pembangunan kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tiba di London, Inggris Minggu malam 18 Januari 2026 dalam rangka melakukan kunjungan kerja. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris.

Prabowo tiba di Bandar Udara London Stansted, Inggris dengan disambut oleh Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, Foreign Secretary’s Special Representative Adele Taylor MBE. Kemudian, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, dan Atase Pertahanan RI untuk Inggris Kolonel Inf. Wiyata S. Aji.

Prabowo tampak menyalami para pejabat daru Inggris satu per satu saat turun dari pesawat kepresidenan. Dia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selama kunjungan di Inggris, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer.

Pertemuan tersebut rencananya berlangsung di Kantor PM Inggris dan menjadi momentum penting untuk memperkuat dialog serta kerja sama bilateral di berbagai bidang strategis.

 

Agenda Prabowo Lainnya

Selain itu, Pabowo juga diagendakan melakukan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III. Pertemuan dengan Kepala Negara Inggris tersebut akan berlangsung di St. James’s Palace sebagai bagian dari rangkaian diplomasi tingkat tinggi antara kedua negara.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris telah terjalin sejak Desember 1949 dan terus berkembang secara konsisten. Seiring waktu, hubungan bilateral kedua negara meningkat menjadi kemitraan yang makin strategis dan saling menguntungkan.

Kerja sama Indonesia dan Inggris saat ini mencakup sejumlah sektor prioritas yang bersifat komprehensif, mulai dari bidang ekonomi hingga isu-isu global yang menjadi perhatian bersama. Kedua negara terus berkomitmen untuk memperluas ruang kolaborasi guna menjawab tantangan bersama di masa depan.

Kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris bertumpu pada empat pilar utama yakni pertumbuhan ekonomi; iklim, energi, dan alam; pertahanan dan keamanan; serta manusia dan masyarakat.

Kunjungan Presiden ini menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjalankan diplomasi aktif dan memperluas kerja sama internasional yang berdampak nyata bagi kepentingan nasional.

 

Safari Prabowo ke Inggris dan Davos: Bahas Maritim hingga Bertemu Donald Trump

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Inggris dan Swiss. Bukan tangan kosong, Prabowo membawa sejumlah agenda strategis, mulai dari kerja sama maritim, konservasi lingkungan, hingga memperluas jejaring ekonomi global melalui World Economic Forum (WEF) di Davos.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, di Inggris Prabowo melakukan pertemuan dengan Raja Charles serta Perdana Menteri Inggris. Pertemuan keduanya adalah penandatanganan kerja sama Maritime Partnership untuk pembangunan kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia.

"Kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita,” jelas Prasetyo kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Selain itu, menurut Prasetyo, kerja sama juga dilakukan untuk konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh. Pasalnya, sekitar delapan bulan lalu Presiden secara pribadi telah menyerahkan konsesi hutan PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah. Program ini dilakukan atas kerja sama dengan Raja Charles.

"Ini adalah bagian dari komitmen Presiden dalam upaya perlindungan lingkungan dan satwa liar," ia menambahkan.

Agenda ketiga Presiden di Inggris adalah menjajaki peluang kerja sama pendidikan dengan sejumlah universitas ternama yang tergabung dalam Russell Group. Hasilnya diharapkan dapat membuka potensi berdirinya berbagai universitas Inggris di Indonesia.

Setelah menyelesaikan agenda di Inggris selama sekitar dua hari, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum. Di forum ekonomi dunia tersebut, Presiden direncanakan menjadi salah satu pembicara.

"Forum ini menjadi bagian dari upaya kita membuka potensi kerja sama dengan negara-negara sahabat,” ujarnya.

Acara itu membuka kemungkinan pertemuan Presiden dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, Prasetyo menyebut belum ada kepastian. Pemerintah masih menunggu pembaruan informasi mengenai agenda tersebut, termasuk pembahasan sikap Indonesia di tengah meningkatnya tensi global dan perang dagang.

"Nanti coba kami cek karena kita belum mendapatkan update apakah memang ada agenda pertemuan dengan Presiden Trump,” tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6