Bocoran Isi Pertemuan Prabowo dengan Ribuan Guru Besar, Ada Informasi Penting untuk Universitas

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 guru besar di bidang Sosial Humaniora di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Diterbitkan 15 Januari 2026, 09:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 guru besar di bidang Sosial Humaniora di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Prabowo akan menyampaikan sejumlah pandangan kepada para guru besar tersebut.

"Bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1).

Prasetyo menegaskan, pendidikan merupakan salah satu pondasi dan faktor kunci menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, dia menyebut Presiden berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia lewat pendidikan.

"Pengawakan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Jadi ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Bapak Presiden di bidang pendidikan," ungkapnya.

Selain itu, kata Prasetyo, Prabowo membahas rencana percepatan pemenuhan kebutuhan dokter. Sebab, berdasarkan data, Indonesia masih kekurangan hampir di atas 100.000. Prabowo dan para guru besar juga membahas peningkatan kualitas universitas, mulai dari dosen hingga fasilitas kampus.

"Nah ini kan kita harus cari cara bagaimana untuk bisa mempercepat. Kemudian juga kualitas lembaga-lembaga pendidikan kita, universitas-universitas kita, baik dosennya, baik sarana prasarananya, termasuk kita sedang menghitung dan berpikir bagaimana bisa mengurangi beban operasional di setiap Perguruan Tinggi Negeri kita," paparnya.

"Karena kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa dan salah satunya melalui pendidikan di tingkat universitas," sambungnya.

Demi target tersebut, Prasetyo mengatakan pemerintah sedang coba menghitung anggaran untuk meningkatkan kualitas universitas di Indonesia tanpa memberatkan mahasiswa.

Dana Riset Naik 218 Persen

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Stella Chistie menyampaikan dua pembahasan yang dibahas Prabowo bersama para guru besar. Salah satunya dana riset naik menjadi 218 persen.

"Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, dana riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu meningkat 218 persen. Ini banyak sekali peningkatannya dalam satu tahun di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto," jelasnya.

Topik kedua yang dibahas adalah upaya pemerintah memperjuangkan pemberian insentif bagi peneliti atau dosen yang melakukan penelitian lewat hibah riset.

"Ini sudah tidak diperbolehkan beberapa tahun, tetapi akhirnya di bawah kementerian kami, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini berhasil," ungkapnya.

Stella berjanji akan memperjuangkan dana finansial ini dan tercatat waktu paparannya di ITB pada 16 Desember 2024.

"Jadi dua bulan selesai bekerja saya berjanji saya akan memperjuangkan ini, dan janji ditepati. Desember 2025 janji ini ditepati dan sejak 2026 akan mendapatkan insentif finansial langsung kepada dosen peneliti yang memenangkan dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," pungkasnya.

Pertemuan Prabowo dan Guru Besar Tertutup

Presiden Prabowo Subianto mengajak dialog 1.200 guru besar, dekan, dan rektor bidang sosial humaniora dari berbagai perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis pagi.

Pertemuan serupa, yang diikuti mayoritas guru besar bidang STEM, pernah digelar oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada 13 Maret 2025.

"Hari ini dikhususkan bagi bidang sosial humaniora. Jadi, kalau sebelumnya itu agak umum, dan juga ada kekhususan mungkin mengenai STEM, pada hari ini dikhususkan kepada bidang sosial humaniora. Jadi, kepada para saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak diperhatikan, tidak benar. Justru, khusus hari ini, Bapak Presiden mengumpulkan (guru besar bidang, red.) sosial humaniora," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Stella Christie saat ditemui sebelum acara di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan para guru besar, rektor, dan dekan itu dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian pertemuan digelar tertutup.

Terlepas dari itu, Stella menjelaskan pertemuan hari ini akan diisi dengan penyampaian taklimat Presiden Prabowo di hadapan para guru besar, dekan, dan rektor, kemudian sesi dialog.

"Kami tentu saja sangat gembira sekali bahwa Bapak Presiden sangat ingin berdialog langsung dengan kami, para akademisi," ujar Stella.

Dalam kegiatan ini juga turut dihadiri sejumlah Menteri Kabinet, seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani dan beberapa orang lainnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6