Buku Spirit Kemanusiaan Dinilai Jadi Potret Kepedulian Megawati pada Mitigasi Bencana

Pendekatan Megawati Soekarnoputri dalam mitigasi bencana sebagaimana tergambar dalam buku Spirit Kemanusiaan menekankan pentingnya pencegahan, tata kelola lingkungan, dan keberanian politik untuk melawan praktik eksploitasi alam yang merusak.

Diterbitkan 13 Januari 2026, 02:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Buku "Spirit Kemanusiaan" memotret pandangan Megawati tentang mitigasi bencana dan lingkungan.
  • Buku ini rujukan penting bagi anak muda dan perempuan untuk mitigasi bencana dan lingkungan.
  • Perempuan dan anak muda berperan penting dalam literasi lingkungan dan mitigasi bencana.

Liputan6.com, Jakarta - Politisi muda PDI Perjuangan (PDIP), Erika Tansil menilai buku Spirit Kemanusiaan karya Kristin Samah, menjadi sebuah karya yang secara mendalam memotret pandangan, nilai, dan praktik Megawati Soekarnoputri dalam mengelola risiko bencana serta kepeduliannya yang konsisten terhadap isu lingkungan hidup.

Hal itu disampaikan Erika di acara Rakernas 1 PDI Perjuangan yang di selenggarakan di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

“Buku Spirit Kemanusiaan menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri, sekaligus perhatian beliau yang begitu besar terhadap gerakan menjaga lingkungan dan bumi," kata Erika seperti dikutip dari keterangan diterima, Senin (12/1/2026).

Erika meyakini, buku tersebut mampu menjadi rujukan penting, terutama bagi anak muda dan perempuan, untuk memahami bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal respons darurat, tetapi tentang keberpihakan pada alam dan manusia.

Erika menegaskan, perempuan memiliki keunggulan perspektif dalam isu lingkungan karena kedekatannya dengan ruang hidup, pangan, kesehatan keluarga, dan keberlanjutan generasi. Sementara anak muda, dengan daya inovasi dan penguasaan teknologi digital, menjadi aktor penting dalam membangun kesadaran publik, edukasi kebencanaan, serta advokasi lingkungan yang lebih luas dan progresif.

“Anak muda hari ini tidak cukup hanya vokal di media sosial. Mereka harus hadir sebagai agen perubahan mendorong literasi lingkungan, mitigasi berbasis komunitas, hingga inovasi ekonomi hijau. Di sinilah peran perempuan dan anak muda saling menguatkan,” tambah perempuan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan ini.

 

Pentingnya Pencegahan

Lebih lanjut, Erika menilai, pendekatan Megawati Soekarnoputri dalam mitigasi bencana sebagaimana tergambar dalam buku Spirit Kemanusiaan menekankan pentingnya pencegahan, tata kelola lingkungan, dan keberanian politik untuk melawan praktik eksploitasi alam yang merusak.

“Merawat pertiwi bukan pilihan, tetapi tanggung jawab kolektif. Anak muda dan perempuan harus berdiri di barisan depan, memastikan pembangunan tidak mengorbankan bumi dan kemanusiaan,” dia menandasi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6