Proyek MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota Dimulai 10 Januari 2026, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk memastikan pekerjaan konstruksi dapat berlangsung lancar, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • MRT Jakarta Fase 2A CP 203 menerapkan rekayasa lalu lintas di Stasiun Kota dan Glodok.
  • Rekayasa berlangsung 10 Januari hingga 15 Juli 2026 untuk kelancaran konstruksi dan keselamatan.
  • Perubahan meliputi pengalihan jalur di Stasiun Kota dan contraflow di Jalan Gajah Mada Glodok.

Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas pada area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP 203, meliputi Stasiun Kota dan Stasiun Glodok. Proyek akan dimulai pada 10 Januari 2026 hingga 15 Juli 2026.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo mengatakan proyek ini merupakan bagian dari tahapan konstruksi untuk jalur MRT sepanjang 1,4 km, termasuk terowongan sepanjang 690 meter dari Mangga Besar hingga Kota Tua.

“Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk memastikan pekerjaan konstruksi dapat berlangsung lancar, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata Rendy dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).

 

Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Kota

Rendy menyampaikan, di Stasiun Kota pekerjaan konstruksi akan berlangsung di persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka. Pekerjaan meliputi pembangunan struktur bawah tanah stasiun, pintu masuk (entrance), serta tahap berikutnya pekerjaan arsitektur dan sistem MEP (mekanikal, elektrikal, dan plumbing).

Nantinya, lalu lintas arah utara yang sebelumnya di sisi barat akan dialihkan ke sisi timur, dengan satu jalur ke utara dan satu jalur ke selatan. Rendy menyebut, lintasan ini hanya untuk Transjakarta, penghuni, dan konsumen toko setempat.

“Namun, jalan akan dibuka untuk umum secara situasional jika terjadi kepadatan, terutama di Jalan Pancoran,” ucap Rendy.

Sedangkan di sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap terbatas untuk kendaraan kecil dari arah selatan ke utara, khusus bagi penghuni dan pengunjung toko.

Lalu, untuk persimpangan Jalan Asemka (Fly Over) menuju Jalan Jembatan Batu juga akan mengalami penyempitan dari tiga lajur menjadi dua lajur akibat area pekerjaan.

“Persimpangan Jalan Asemka dari arah Jalan Jembatan Batu juga akan menyempit, dengan arah laju kendaraan sedikit bergeser ke kanan,” jelasnya.

 

Rekayasa Lalu Lintas Stasiun Glodok

Sementara itu, di Stasiun Glodok, manajemen lalu lintas tetap menggunakan konfigurasi contraflow di Jalan Gajah Mada untuk dua arah. Periode rekayasa lalu lintas yang semula dijadwalkan hingga 12 Maret 2026 diperpanjang hingga 13 Juli 2026.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami masyarakat dan mengharapkan pengertian serta kerja sama. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama kami, termasuk pemasangan rambu, marka jalan, dan lampu penerangan di lokasi konstruksi,” kata Rendy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6