Satu Tahun MBG, Kepala BGN Sebut Penerima Program Sudah Capai 55,1 Juta Jiwa

Program MBG mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 dengan jumlah penerima manfaat yang masih sangat terbatas. Namun, hingga akhir Desember 2025, cakupan program meningkat signifikan secara nasional.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 12:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Program Makan Bergizi (MBG) mencapai 55,1 juta penerima manfaat di tahun 2026.
  • Cakupan program MBG meningkat signifikan sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025.
  • Jumlah SPPG operasional mencapai 19.188 unit, dengan total 19.800 unit terbentuk.

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi (MBG) memasuki tahun kedua pelaksanaan pada 2026 dengan jumlah penerima manfaat mencapai 55,1 juta orang di seluruh Indonesia. Capaian ini diraih setelah program MBG berjalan selama satu tahun sejak diluncurkan pada 2025.

Menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, program MBG mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 dengan jumlah penerima manfaat yang masih sangat terbatas. Namun, hingga akhir Desember 2025, cakupan program meningkat signifikan secara nasional.

"Tahun 2025 kita mulai tanggal 6 Januari dan itu dilakukan dengan jumlah SPPG dan jumlah penerima manfaat 500, dan Alhamdulillah di akhir tanggal 31 Desember 2025 jumlah SPPG menambah menjadi 19.188 dengan jumlah penerima manfaat 55,1 juta,” kata Dadan saat meninjau pelaksanaan MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).

Seiring dengan bertambahnya jumlah penerima manfaat, infrastruktur pelaksanaan program juga berkembang pesat.

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga disebut meningkat tajam dari ratusan unit pada awal pelaksanaan menjadi puluhan ribu unit dalam waktu satu tahun. 

 

Total 19.800 unit SPPG Telah Berdiri

Dadan menjelaskan, saat ini secara administratif jumlah SPPG yang telah terbentuk sebenarnya mencapai 19.800 unit. Namun, tidak seluruhnya langsung beroperasi karena masih menunggu proses pencairan dana operasional.

"Sebetulnya jumlah SPPG sudah bertambah menjadi 19.800, tetapi yang melakukan kegiatan serempak itu 19.188 karena untuk satu SPPG operasional dari mulai terbentuk sampai ada uang masuk ke rekening itu membutuhkan waktu kurang lebih 5–8 hari,” ujar dia.

Dia menyebut bahwa SPPG yang terbentuk pada Januari 2026 akan mulai beroperasi pada tahap berikutnya setelah seluruh proses administrasi dan pendanaan selesai.

"Sehingga yang terbentuk di Januari itu akan mulai kegiatan nanti di sesi kedua,” kata Dadan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6