Seruan PKB atas Penanganan Bencana Sumatra: Gotong Royong, Jangan Saling Serang dan Menyalahkan

PKB mengingatkan pentingnya persatuan dan gotong royong untuk penanganan pasca banjir di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut).

Diterbitkan 23 Desember 2025, 15:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PKB menekankan persatuan dan gotong royong untuk penanganan pascabanjir di Sumatera dan Aceh.
  • Gotong royong adalah identitas budaya bangsa yang penting untuk solidaritas dan kebersamaan.
  • Semua elemen diminta bersatu membantu korban, fokus pada kebutuhan mendesak tanpa saling menyalahkan.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Bidang Komunikasi Informasi Teknologi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Iman Sukri mengingatkan pentingnya persatuan dan gotong royong untuk penanganan pasca banjir di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut). Bukan malah saling melemahkan dalam mengatasi bencana.

"Persatuan dan gotong royong menjadi dua kata kunci dalam penanganan bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut, bukan malah saling melemahkan," ujarnya, Selasa (23/12//2025).

Iman berkata, konsep gotong royong merupakan konsep sosial ajaran nenek moyang bangsa Indonesia. Zaman dahulu, kata dia, gotong royong dilakukan seluruh elemen, tanpa melihat pangkat dan jabatan. Semua bahu membahu untuk mencapai hasil yang diinginkan demi kepentingan bersama.

"Nilai gotong royong menjadi bagian dari identitas budaya bangsa Indonesia yang melambangkan solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan. Untuk penanganan pascabanjir di Sumatera dan Aceh dibutuhkan gotong royong, semua elemen bergerak, tidak saling melemahkan," tuturnya.

Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) itu, konsep sosial gotong royong mulai terlupakan. Padahal, ada empat kandungan penting dalam gotong royong. Pertama, mempererat tali persaudaraan, meringankan beban, meningkatkan kerukunan dan meningkatkan efisiensi.

"Melemahkan bukan konsep bangsa ini. Menumbuhkan rasa kekeluargaan dan persatuan di tengah masyarakat itu baru konsep kita," kata Ahmad Iman.

Dia mengingatkan bahwa para korban banjir dukungan moril dan materil. Iman mengaku tak ingin korban bencana disuguhi berita-berita yang membuat mental mereka ambruk.

"Saatnya seluruh elemen bersantu, jangan lagi saling serang, saling menyalahkan, saling merasa paling bisa membantu. Rendahkan ego kita semua untuk membantu saudara kita di Aceh, Sumbar dan Sumut," ucap Ahmad Iman Syukri.

Kebutuhan Mendesak Korban Bencana

Iman berkata, PKB paham betul kondisi yang terjadi di lapangan. Bagaimana korban banjir membutuhkan bantuan air bersih, makanan, selimut, bahkan rumah tinggal. Bagaimana balita membutuhkan susu, vitamin dan makanan penunjang lainnya.

"Ini semua tidak bisa terselesaikan kalau kita tidak bersatu. Jangan lagi kita meributkan hal-hal yang berdampak negatif bagi korban banjir. Sekali lagi kita harus fokus membantu saudara-saudara kita," ucapnya.

Menurut Iman, pemerintah saat ini bekerja keras menangani persoalan pelik pasca banjir bandang. TNI, Polri, BNBP, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan rakyat bahu membahu membantu korban banjir.

"Bahkan, PKB dengan badan sayap partai bekeria siang-malam membantu saudara-aaudara kita di Aceh, Sumbar dan Sumut. Itu semua kita lakukan untuk menolong saudara-saudara kita," ucapnya.

Sementara para petugas PLN dan Pertamina terus berjibaku untuk memastikan pasokan energi tercukupi di wilayah terdampak bencana. "Kita turunkan ego untuk membantu saudara kita di Aceh, Sumbar dan Sumut," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6