Seskab Teddy Jawab Anggapan Pemerintah Lambat Tangani Bencana di Sumatra

Seskab Teddy menegaskan pemerintah sudah bergerak ke Sumatra sejak hari pertama bencana terjadi.

Diterbitkan 19 Desember 2025, 14:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah segera bergerak menangani bencana banjir dan longsor di Sumatra sejak hari pertama.
  • Kepala BNPB, TNI-Polri, dan Basarnas langsung terjun ke lokasi tanpa sorotan media.
  • Presiden Prabowo menginstruksikan mobilisasi bantuan dan helikopter ke Sumatra sejak awal.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menanggapi anggapan bahwa pemerintah lambat dalam menangani bencana banjir dan longsor di Sumatra. Teddy menyampaikan bahwa pemerintah sudah bergerak ke Sumatra sejak bencana banjir terjadi.

"Jadi itu, semuanya sejak hari pertama, saya pastikan sudah berjuang keras, secepat mungkin di sana," kata Teddy dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Dia menjelaskan bahwa saat bencana banjir di Sumatra terjadi pada 25-26 November 2025, Kepala BNPB Letjen Suharyanto langsung bertolak ke Sumatra Utara. Tak hanya itu, Teddy menuturkan, prajurit TNI-Polri, dan Basarnas juga langsung terjun ke Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat tanpa sorotan kamera.

"Nah, yang di lapangan ini, seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, yang disampaikan Pak Panglima TNI, BNPB daerah, semuanya di detik pertama, hari pertama tanpa kamera," ujarnya.

 

Hubungi Kepala Daerah

Teddy menyebut Presiden Prabowo Subianto juga langsung langsung menghubungi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah pada 26 November 2025. Prabowo juga menghubungi Bupati Tapanuli Selatan Masinton Pasaribu, namun tak tersambung.

"Beliau (Bobby) saat itu posisi di Bandara Kualanamu mau ke Silangit. Kemudian menelpon Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan tersambung juga. Kemudian menghubungi Bupati Tapanuli Tengah Pak Masinton. Tidak tersambung via telpon," jelas Teddy.

Di hari yang sama, kata dia, Prabowo memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) untuk mengerahkan serta memobilisasi emua kekuatan untuk ke lokasi bencana di Sumatra. Pada 27 November 2025, seluruh helikopter yang ada di Sumatra langsung bergerak ke lokasi bencana.

"Dan juga seluruh helikopter dan pesawat yang ada di Jawa, digerakkan ke Sumatra. Dari Jawa ke Sumatra helikopter itu butuh 13 sampai 15 jam terbangnya," ucap Teddy.

Dia menuturkan beberapa helikopter tiba di Banda Aceh dengan membawa bantuan logistik untuk korban dan genset PLN. Teddy menekankan hal tersebut dilakukan tanpa sorotan kamera.

"Kemudian di tanggal 27 (November) itu juga, beberapa heli sampailah ke Banda Aceh. Angkat Genset PLN, angkat logistik. Sama, tidak ada media di situ. Tidak ada kamera di situ," kata dia.

 

Evakuasi

Di hari yang sama atau hari kedua bencana, sebanyak 20.000 prajurit TNU-Polri dengan bantuan warga melakukan evakuasi korban terdampak serta penanganannya. Pada 28 November 2025, sebanyak 15 helikopter dan 4 pesawat Hercules membawa bantuan diterbangkan ke tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra.

"Kemudian baru di tanggal 28, ada pelepasan pesawat. Empat pesawat dan 15 helikopter sudah sampai di sana. Baru kita undang rekan-rekan media," ucap dia.

"Dan sampai sekarang, totalnya mungkin lebih dari 80 helikopter, pesawat, TNI, Polri, Basarnas, polisi, gabungan swasta, dibantu Susi Air, dibantu rekan-rekan semuanya," imbuh Teddy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6