Mahasiswa Koban Banjir Sumatera akan Dapat Bantuan Rp 3,75 Juta untuk 3 Bulan

Pemerintah akan memberikan bantuan Rp 1.250.000 per bulan untuk mahasiswa yang terdampak banjir Sumatera. Jangka waktu pemberian bantuan selama tiga bulan. Total, Rp 3.750.000 untuk 3 bulan.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 16:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah akan beri bantuan Rp 1,25 juta/bulan untuk mahasiswa terdampak banjir Sumatera.
  • Bantuan disalurkan melalui skema PIP selama tiga bulan, total Rp 3,75 juta.
  • Kemendiktisaintek juga anggarkan Rp 75,9 miliar untuk biaya hidup mahasiswa dan dosen.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan memberikan bantuan Rp 1.250.000 per bulan untuk mahasiswa yang terdampak banjir Sumatera. Hal ini disampaikan Direktur Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Fauzan Adziman dalam rapat bersama Komisi X DPR RI.

Fauzan mengatakan, bantuan itu nantinya diberikan melalui skema Program Indonesia Pintar (PIP) bagi mahasiswa korban bencana alam. Jangka waktu pemberian bantuan selama tiga bulan. 

“Bantuannya biaya hidup sebesar Rp 1.250.000 per bulan atau Rp 3.750.000 untuk 3 bulan,” kata Fauzan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/12). 

Dia menjelaskan, Kemendiktisaintek menganggarkan Rp 59,375 miliar untuk 15.833 mahasiswa.

“Per kemarin, begitu data mahasiswa terdampak itu sekitar 18.000. sehingga ini memang secara jumlah cukup mendekati dari jumlah mahasiswa yang terdampak,” jelasnya. 

 

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktiristek) Fauzan menuturkan, pemerintah menargetkan proses pemulihan perguruan tinggi yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra dimulai pada Januari 2026. 

Fauzan menyebut, ada 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Yakni Aceh 31 perguruan tinggi (4 PTN dan 27 PTS), Sumatra Utara 14 perguruan tinggi (1 PTN dan 13 PTS), serta Sumatra Barat 15 perguruan tinggi (9 PTN dan 6 PTS). 

“Tahap pemulihan durasinya mulai Januari 2026, fokus berada pada program rehabilitasi jangka menengah, pemulihan ekonomi berkelanjutan, rekonstruksi sanitasi dan edukasi mitigasi bencana untuk membangun ketahanan jangka panjang, termasuk juga perbaikan infrastruktur seperti jembatan,” kata Fauzan.

Kemendiktisaintek juga mempunyai skema tahap penanggulangan darurat yang berdurasi hingga 31 Desember 2025. Fokusnya pada penanganan kebutuhan mendesak distribusi logistik, pelayanan kesehatan darurat, dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk penyelamatan jiwa, serta pemulihan awal.

Anggaran untuk Biaya Hidup Mahasiswa dan Dosen

Fauzan juga memaparkan Kemendiktisaintek menganggarkan Rp 75.986.474.452 untuk bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen yang terdampak. 

“Kami juga memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak bencana alam dengan total anggaran Rp 75.966.474.452,” ungkapnya. 

Dari data Kemendiktisaintek, total mahasiswa terdampak berjumlah 18.824, dan dosen berjumlah 1.306. Berikut rincian mahasiswa dan dosen terdampak:

Aceh: 1.183 dosen dan 15.801 mahasiswa

Sumatra Utara: 20 dosen dan 2.408 mahasiswa

Sumatra Barat: 103 dosen dan 615 mahasiswa

 

Reporter: Nur Habibie/merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6