Wamen Komdigi Keluar Masuk Sejumlah Kabupaten di Wilayah Bencana Aceh, Pulihkan Jalur Komunikasi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria, pada Kamis 4 Desember 2025 masuk daerah Meunasah Lhok di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 05:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria, pada Kamis 4 Desember 2025 masuk daerah Meunasah Lhok di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Meunasah Lhok adalah salah satu wilayah yang paling terdampak berat dalam bencana yang melanda beberapa daerah di Pulau Sumatera.

Di Meunasah Lhok, aliran air sungai masuk ke kampung-kampung, oleh karena sungai mengalami pendangkalan, lumpur mengendap di sungai, cekungan terturup lumpur hingga rata, sehingga air meluber ke pemukiman warga.

"Menciptakan sungai-sungai baru, dan air membajiri jalan depan rumah warga," ujar Nezar, Kamis 4 Desember 2025.

Dia menjelaskan, untuk memulihkan sungai diperlukan upaya untuk mengggali bekas endapan lumpur yang endapannya kurang lebih sepanjang sekitar satu kilometer, agar sungai normal kembali, sehingga selanjutnya program rekonstruksi kawasan terdampak ini bisa dikerjakan.

"Rumah warga banyak yang tertimbun lumpur hingga satu setengah meter. Saya menyaksikan banyak warga, baik pria maupun perempuan, bekerja keras membersihkan rumahnya masing-masing pakai skop, menggali dan membersihkan lumpur pasir yang sudah mengeras, bahkan ada yang setinggi pintu," ucap Nezar.

Dari Pidie Jaya, bersama timnya, Nezar Patria datang ke Bireuen untuk memeriksa dan memulihkan jalur telekomunikasi.

"BTS di seluruh Aceh umumnya terganggu fungsinya karena ketiadaan listrik. Sekarang sudah diatasi separuhnya bisa menyala. Kita sudah koordinasi dengan PLN dan Pertamina, semoga pekan ini 75-90 persen BTS dapat menyala kembali," terang dia.

 

Serahkan Satu Unit Starlink

Di Pidie Jaya, Wamen Komdigi Nezar menyerahkan satu unit Starlink dan genset kelada Bupati Pidie Jaya untuk membantu komunikasi di pos-pos bantuan bencana.

Di Bireuen tim yang dipimpin Nezar mengunjungi Posko Bencana di Kantor Bupati Bireuen. Mengadakan rapat sejenak dengan Bupati Bireuen, Nezar menyerahkan satu unit Starlink dan genset untuk Bireuen, dan dua buah unit Starlink dan satu genset kepada Dandim Bireuen untuk diteruskan ke Danrem Lilawangsa, Lhokseumawe, Aceh Utara.

"Kita titipkan ke Danrem yang nantinya akan membantu komunikasi di daerah Lokop, Aceh Timur. Di sana ada kima desa hilang disapu banjir. Alat telekomunikasi sangat kurang di sana," ucap Nezar.

Pada saat di Bireuen, Nezar juga menuju ke Kecamatan Juli, dan berhenti di jembatan yang menghubungkan Juli dan jalan ke arah Kabupaten Bener Meriah.

"Jembatan kokoh ini bahkan terputus separuh. Bener Meriah terisolir. Kita berikan satu unit Starlink kepada relawan TIK, yang akan digunakan untuk kebutuhan warga berkomunikasi," terang dia.

 

Bangun Jaringan Kabel

Di ujung jembatan, warga membangun jaringan kabel yang bisa mengangkut barang.

"Kita seberangkan unit Starlink itu ke wilayah Bener Meriah melalui keranjang yang bergulir melalui kabel itu, semoga membantu memulihkan komunikasi di masa tanggap darurat," ucap Nezar.

Saat ini, lanjut dia, dari 3443 BTS yang ada diseluruh Provinsi Aceh, sudah 51% beroperasi kembali.

"Matinya BTS oleh karena listriknya padam, sementara BTS masih tegak berdiri, kecuali beberapa yang terkena dampak karena posisinya di tempat yang tinggi," kata dia.

"Jalur komunikasi telekomunikasi terputus juga karena beberapa Fiber Optik (FO) yang terputus oleh karena jembatan putus," tandas Nezar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6