Banjir Rob Rendam Kampung Baru Dadap Tangerang, 540 KK Terdampak

Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Tangerang, khususnya Kampung Baru Dadap di Kecamatan Kosambi, dan merendam empat RT dengan total 540 KK terdampak.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 20:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Banjir rob melanda Kampung Baru Dadap, Kosambi, berdampak pada 540 KK.
  • Ketinggian air mencapai 20-30 cm, warga memilih bertahan di rumah.
  • BPBD siaga dengan peralatan evakuasi dan telah beri imbauan sebelumnya.

Liputan6.com, Jakarta - Banjir rob atau pesisir menerjang warga di Kampung Baru Dadap, Kecamatan Kosambi terdampak banjir rob. Di mana, ratusan kepala keluarga (KK) terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik merinci, empat RT terdampak, di mana; RT 01 sebanyak 120 KK, RT 02 sebanyak 180 KK, RT 03 sebanyak 120 KK, dan RT 04 dengan jumlah 120 KK.

"Dari empat RT itu sebanyak 540 KK terdampak banjir rob yang terjadi pada hari ini," kata dia.

Seperti dilansir dari Antara, Kamis (4/12/2025) Ahmad menuturkan, musibah yang melanda wilayah pesisir utara ini merendam permukiman dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

"Kalau fenomena rob biasa terjadi di wilayah-wilayah pemukiman atau perkampungan nelayan, dikarenakan permukaan air laut meninggi sementara daratannya lebih rendah, dan bisa disebabkan iklim dan ombak laut," jelas dia.

Ahmad menuturkan, para warga terdampak banjir rob masih bertahan di rumahnya masing-masing. Meski demikian, pihaknya terus bersiaga bila ada warga yang meminta untuk dievakuasi.

"Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing," ungkapnya.

 

Sudah Beri Imbauan

Sebelumnya, BPBD telah mengimbau kepada warga di bagian wilayah pesisir pantai utara di daerah itu untuk mengantisipasi terjadinya fenomena rob atau air pasang dengan kapasitas besar yang menyebabkan bencana banjir.

Ahmad mengatakan, ancaman banjir rob ini terjadi karena adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan baru.

Kendati demikian, dengan adanya potensi itu akan meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di pesisir utara Kabupaten Tangerang.

Dalam hal ini, BPBD telah bersiaga dalam menghadapi ancaman bencana alam tersebut. Beberapa fasilitas dan perlengkapan evakuasi seperti perahu, pelampung hingga mesin potong telah disiapkan.

"BPBD siap untuk membantu dengan sarana yang ada seperti perahu, pelampung, pompa alkon, senso atau alat potong," jelas Ahmad.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6