Puan Minta Pemerintah Perkuat Ekosistem Pendidikan Cegah Perundungan: Tak Bisa Dibebankan pada Guru Saja

Dalam momentum Hari Guru Nasional 2025, Ketua DPR Puan Maharani menyoroti meningkatnya kasus perundungan di sekolah dan menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang aman bagi peserta didik.

Diterbitkan 25 November 2025, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Puan Maharani meminta institusi pendidikan perkuat ekosistem aman dari perundungan.
  • Kasus perundungan fatal menunjukkan sistem perlindungan anak di sekolah belum optimal.
  • Puan mendorong pedoman khusus, kesejahteraan guru, dan dukungan penuh negara.

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR Puan Maharani meminta seluruh insitusi pendidikan untuk memperkuat ekosistem yang aman bagi peserta didik dengan maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah.

Menurut dia, di momentum Hari Guru Nasional 2025 dengan tema 'Guru Hebat, Indonesia Kuat' menjadi pengingat bahwa tantangan guru ke depan tak mudah, terlebih dalam mebentuk generasi muda saat ini.

"Tugas guru saat ini jauh lebih berat dibanding dekade sebelumnya. Guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi penjaga nilai moral, pelindung siswa dari kekerasan dan perundungan, pembimbing dalam era informasi yang tidak terbendung, serta figur yang menjaga arah pembentukan karakter generasi muda," kata puan dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).

Dia menyebut, guru yang menjadi benteng terakhir bagi anak di tengah derasnya arus informasi media sosial ini, maka tanggung jawab menciptakan lingkungan sekolah yang aman tak bisa dibebankan sepenuhnya ke guru.

"Negara dan sekolah harus menghadirkan sistem yang mendukung," ungkap Puan.

Di kesempatan yang sama, Puan menyatakan rasa keprihatinan mendalam terhadap sejumlah kasus perundungan yang menewaskan peserta didik belakangan ini. Termasuk kasus MH di Tangerang Selatan dan TA, siswa SD di Wonosobo.

"Rangkaian peristiwa ini merupakan alarm nasional bahwa kekerasan di lingkungan sekolah telah mencapai tahap yang fatal, bukan lagi sekadar perilaku bermasalah antar siswa," jelas Puan.          

Pedoman Khusus

Politikus PDIP ini menilai eskalasi perundungan, mulai dari kekerasan verbal hingga tindakan fisik yang berujung kematian, menunjukkan sistem perlindungan anak di sekolah belum berjalan optimal. 

Karenanya, dia mendorong adanya pedoman khusus dan penanganan komprehensif terkait bullying.

"Tentunya termasuk peran guru agar semakin dimaksimalkan untuk mencegah aksi-aksi bullying di lingkungan pendidikan," ungkap Puan.

Selain itu, Puan menyoroti kesejahteraan guru yang dinilai masih jauh dari ideal. Banyak guru yang bekerja dengan beban berat, menerima penghasilan tidak layak, dan bertugas di wilayah terpencil tanpa fasilitas memadai.

“Guru adalah fondasi peradaban bangsa. Mereka membutuhkan dukungan penuh negara agar dapat menjalankan tanggung jawab yang semakin kompleks,” kata mantan Menko PMK tersebut.

 

Tak Hanya Lewat Aturan

Puan meminta Pemerintah memperkuat program pencegahan perundungan secara nasional, tidak hanya melalui aturan, tetapi implementasi nyata di seluruh sekolah. Ia juga mendorong peningkatan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer dan tenaga pendidik di daerah 3T.

“Beri pelatihan kepada guru untuk menghadapi tantangan zaman, termasuk literasi digital, psikologi anak, dan deteksi dini kekerasan. Bentuk ekosistem sekolah yang aman dan ramah anak dengan dukungan konselor dan kerja sama orang tua,” tutur Puan.

Mengakhiri pernyataannya, Puan menegaskan pentingnya memastikan guru tidak berjalan sendirian dalam menghadapi kompleksitas pendidikan saat ini.

“Bangsa yang kuat dibangun oleh guru yang kuat. Di tengah tantangan perundungan dan pengaruh negatif digital, komitmen guru adalah tiang penyangga moral generasi muda,” tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6