Cuaca Hari Ini Selasa 18 November 2025: Jabodetabek Diguyur Hujan

BMKG memprakirakan wilayah Jabodetabek diguyur hujan pada siang hari, Selasa (18/11/2025).

Diterbitkan 18 November 2025, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi Instagram @infobmkg melaporkan, cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (18/11/2025) diprakirakan didominasi awan tebal sejak pagi, kecuali Kepulauan Seribu yang diprakirakan turun hujan.

Kemudian pada siang hingga malam akan diguyur hujan ringan hingga sedang. Sementara Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat pada malam hari cenderung berawan tebal.

Dalam laman media sosialnya, BMKG mengingatkan kepada Masyarakat agar tetap siaga menghadapi puncak musim hujan yang diprakirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal   Hujan Sedang   Berawan Tebal 
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal   Hujan Ringan   Berawan Tebal 
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Hujan Sedang   Berawan Tebal
 Jakarta Timur   Berawan Tebal   Hujan Sedang   Hujan Ringan 
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Hujan Ringan   Hujan Ringan 
 Kepulauan Seribu   Hujan Ringan   Hujan Ringan   Berawan Tebal 
 Bogor   Berawan Tebal  Hujan Ringan   Hujan Ringan 
 Depok   Berawan Tebal   Hujan Sedang   Hujan Ringan
 Bekasi  Berawan Tebal   Hujan Sedang   Hujan Ringan
 Tangerang  Berawan Tebal   Hujan Ringan   Hujan Ringan 

5 Tips agar Anak Tak Mudah Jatuh Sakit di Tengah Kondisi Cuaca Tak Menentu

1. Waktu Tidur Yang Cukup

Waktu tidur yang cukup membantu menyiapkan tubuh anak di tengah cuaca yang tidak menentu. Anak berusia di bawah tujuh tahun sebaiknya memenuhi durasi tidur 10 jam, yang terdiri dari tidur siang dan tidur malam.

2. Vaksinasi Lengkap

Salah satu upaya efektif untuk mencegah anak sakit adalah dengan memastikan vaksinasi lengkap sesuai jadwal. Vaksinasi bekerja dengan memicu sistem imun tubuh anak, sehingga terbentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu.

"Vaksin itu penting banget," kata Mesty.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun telah merekomendasikan daftar vaksin sesuai dengan usia anak. 

3. Makan dengan Gizi Seimbang dan Whole Food

Bagi anak yang sudah mulai makan, pastikan asupan gizi seimbang yang kaya mikronutrisi dan makronutrisi. Mesty menganjurkan untuk mengonsumsi whole food atau makanan utuh seperti buah, sayur, dan protein hewani. Makanan utuh adalah makanan yang alami dan minim proses, sehingga nilai gizinya tetap terjaga. 

"Sebisa mungkin makan yang whole food. Makan karbohidrat, buah, sayur, protein hewani," pesan Mesty.

Lalu, hindari makanan kemasan apalagi yang tinggi gula dan MSG karena bisa meningkatkan peradangan di saluran pernapasan.

"Misalnya biasa makan biskuit atau makanan lain yang kalau dilihat itu bahannya banyaka banget, itu sebisa mungkin dihindari atau dikurangi. Misalnya, tiap hari Sabtu aja ya," saran dokter yang juga ibu dua anak ini. 

4. Cukupi Kebutuhan Air Putih

Kecukupan air putih sangat penting bagi anak untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Anak usia tiga tahun membutuhkan sekitar satu liter air putih per hari, sementara anak di atas satu tahun memerlukan minimal 1,5 liter. Dehidrasi dapat menyebabkan "barrier" di saluran napas menjadi "retak-retak".

Kondisi ini memudahkan kuman untuk masuk dan menyebabkan infeksi. Oleh karena itu, memastikan anak minum air putih yang cukup sepanjang hari adalah langkah sederhana namun vital dalam menjaga imunitas mereka

5. Hindari Asap Rokok

Mesty Ariotedjo dengan tegas meminta agar anak bisa hidup tanpa paparan asap rokok di lingkungan keluarga. Anak yang tumbuh di lingkungan perokok tujuh kali lebih rentan mengalami batuk pilek dan pneumonia. Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang merusak saluran pernapasan anak.

"Anak yang tumbuh dengan perokok, tujuh kali lebih rentan mengalami batuk pilek dan pneumonia," kata Mesty.

Paparan asap rokok pasif dapat melemahkan sistem imun anak dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan anggota keluarga untuk tidak merokok di dekat anak atau di dalam rumah.

BMKG Ungkap Kondisi Cuaca yang Buat Cilacap Alami Longsor

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan kondisi cuaca yang membuat Cilacap mengalami longsor pada Kamis 13 November 2025.

Menurut dia, kondisi hujan dengan intensitas tinggi di Cilacap terjadi di wilayah tersebut saat itu. Bahkan, kondisi ini juga berlangsung dalam beberapa hari sebelumnya, curah hujan cukup tinggi, yakni masing-masing 98,4 mm/hari dan 68 mm/hari pada 10–11 November 2025. Setelah itu, wilayah tersebut masih mengalami hujan ringan.

"Rangkaian hujan tersebut membuat kondisi tanah semakin basah dan lereng menjadi lebih rentan terhadap pergerakan," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangannya, Sabtu 15 November 2025.

Sementara, lanjut dia, dari sisi kondisi atmosfer, pola cuaca beberapa hari terakhir memang mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Jawa Tengah.

"Kondisi atmosfer tersebut mendorong terbentuknya awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir serta angin kencang," ungkap dia.

Di sisi lain, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menyampaikan, dengan kondisi kelembapan udara yang sangat tinggi pada beberapa lapisan, yakni 850 mb, 700 mb, dan 500 mb, dengan nilai mencapai 70–100 persen, jelas hal ini mendukung pembentukan awan hujan dalam jumlah besar, sehingga meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

Sejalan dengan kondisi tersebut, BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Ekstrem yang menyebutkan bahwa wilayah Cilacap, termasuk Kecamatan Majenang, berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 11–20 November 2025.

"Pada rilis tersebut juga disampaikan bahwa hujan sedang hingga lebat diperkirakan dapat terjadi kembali pada 19–22 November 2025," ujar Andri.

Dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Memperhatikan situasi ini, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung penanganan darurat pascabencana tanah longsor yang saat ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diusulkan sebagai solusi efektif mengurangi ancaman hujan deras atau cuaca ekstrem dengan menurunkan intensitas curah hujan sebelum masuk ke daerah terdampak longsor.

“Skema penerapan OMC yang disiapkan berfokus pada pengamanan daerah bencana longsor sehingga daerah Majenang terbebas dari hujan deras yang berpotensi memicu longsor susulan atau mengganggu proses evakuasi,” terang Seto.

Nantinya, pos komando (posko) dan penempatan pesawat terbang diusulkan berlokasi di Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung karena lebih strategis serta memiliki jarak tempuh penerbangan menuju area terdampak yang lebih optimal untuk pengamanan longsor.

Demi memastikan kelancaran dan efektivitas OMC, BMKG mendorong pemerintah daerah segera menempuh prosedur resmi dengan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana bagi wilayah yang menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Kemudian, gubernur di wilayah terdampak mengajukan permohonan resmi pelaksanaan OMC kepada BNPB dan BMKG. Setelah permohonan disetujui, OMC dapat segera dilaksanakan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6