Cak Imin Sebut MBG Program Raksasa dengan Dampak Nyata untuk Rakyat: Kepala Dapur Harus Disiplin

Cak Imin ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tapanuli Tengah menunjukkan bahwa daerah tersebut berhasil menerapkan manajemen pengelolaan makanan yang efisien dan higienis.

Diterbitkan 22 Oktober 2025, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menko PM Muhaimin Iskandar meninjau dapur Makan Bergizi Gratis di Tapanuli Tengah.
  • SPPG Tapanuli Tengah layak dicontoh karena produksi tepat waktu, mencegah makanan basi.
  • Program MBG adalah pencapaian besar dengan puluhan juta penerima manfaat.

Liputan6.com, Jakarta Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandarmeninjau salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tapanuli Tengah.

Secara seksama, pria karib disapa Cak Imin itu meninjau mulai dari tempat masak, mencuci foodtray hingga manajemen pengelolaan makanan. 

"Hari ini saya berkunjung ke SPPG Tapanuli Tengah, dikawal Bupati Masinton dan senag bisa berkomunikasi dengan kepala SOPG dan ahli gizi, sama akuntannya didampingi kepala kordinator wilayah level kabupaten," kata dia di lokasi, Selasa (21/10/2025).

Dari hasil tinjauan tersebut, Ketua Umum PKB ini menyatakan SPPG di Tapanuli Tengah layak dicontoh karena standar produksinya tepat waktu. Sehingga makanan disajikan tidak basi.

"Banyak basi karena masaknya lebih awal sehingga terlampau lama masakannya. Kalau SPPG ini, jam 1 malam masak, sehingga disajikan jam 10 masih segar. Itulah contoh pola manajemen masak ke 3.519 penerima manfaat anak-anak siswa, ibu hamil, balita, ibu menyusui," ungkap Cak Imin.

Dia menambahkan, berjalannya proyek MBG juga menandai satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Terlepas dari ada yang harus evaluasi, dia menilai berjalannya MBG kepada puluhan juta penerima adalah sebuah pencapaian luar biasa.

"Ya tentu ini kalau MBG adalah program raksasa. Di mana anggarannya sangat besar, penerimaan manfaatnya sangat besar. Hari ini sudah sampai puluhan juta dan itu merupakan prestasi," ujar Ketua Umum PKB ini. 

 

Harus Disiplin

Cak Imin meyakini, jika masih ada kekurangan, maka hak itu dikarenakan ada penyelewengan yang ke depan harus dikontrol.

"Kepala SPPG, kepala dapur harus benar-benar disiplin. Harus keras, tegas, ambil alih tanggung jawab. Tidak mau kompromi, karena disitu disiplin. Disitulah anda kepala-kepala dapur, kepala-kepala SPPG diberikan tanggung jawab," kata dia.

"Mendapatkan kepercayaan. Kalau ada kasus-kasus keracunan, rata-rata karena basi, rata-rata karena problem-problem manajemen. Yang harus kita benahi, Insya Allah standar mutu ini harus dijaga terus," dia memungkasi. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6