Viral Warung Epy Kusnandar di Jaksel Diduga Kena Pungli, Ini Penjelasan Polisi

Polisi menepis kabar dugaan pungutan liar atau pungli di warung milik pasangan artis Epy Kusnandar dan istrinya, Karina Ranau.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 01:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi menepis dugaan pungli di warung Epy Kusnandar, menyatakan itu bukan pemalakan.
  • Keributan terjadi karena dua tukang parkir mabuk minta makan saat stok habis.
  • Kapolsek Pancoran menyarankan Karina Ranau membuat laporan jika merasa dirugikan.

Liputan6.com, Jakarta Polisi menepis kabar dugaan pungutan liar atau pungli di warung milik pasangan artis Epy Kusnandar alias dikenal panggilan Kang Mus dan Karina Ranau di kawasan Haji Samali, Pancoran, Jakarta Selatan.

Hasil penyelidikan, rupanya bukan pemalakan, namun itu ulah dua tukang parkir setengah mabuk yang ribut gara-gara minta makan.

"Bukan pungli, setelah kita mintain keterangan tadi, faktor makan saja," kata Kapolsek Pancoran Kompol Mansur kepada wartawan, Senin (20/10/2025).

Peristiwa itu terjadi Minggu (19/10/2025) malam. Saat itu, warung yang dikelola Karina sudah hampir tutup. Tiba-tiba didatangi dua pria, yang langsung meminta makan.

Namun, stok makanan sudah habis. Karena tak terima, keduanya terlibat adu mulut dengan Karina. Insiden sempat terekam kamera ponsel, hingga videonya viral di media sosial.

Hasil penyelidikan, kedua pria itu memang biasa nongkrong di sekitar warung sebagai tukang parkir.

"Itu tukang parkir yang biasa nongkrong di situ. Mau tutup barang ini habis, habis itu dia gak terima lah, akhirnya dengan nada tinggilah mereka begitu, akhirnya terjadilah percekcokan mulut," ucap dia.

 

Minta Korban Buat Laporan

Mansur menegaskan, tidak ada aksi pemalakan. Faktanya, hanya keributan kecil antara pemilik warung dengan dua tukang parkir yang dalam kondisi mabuk.

"Tidak benar (pungli) dia biasa di sana, terus biasa di sana enggak tahu saat itu informasinya mungkin kondisi kata warung sebelahnya, setengah teler, itu aja setengah teler. Iya (mabuk)," ucap dia.

Mansur mengatakan, pihaknya sudah menemui Karina untuk membuat laporan bila memang merasa dirugikan.

"Kalau memang ada hal-hal yang dirugikan, yang perlu ditindaklanjutin, saya arahkan buat LP," ucap dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6