Layanan Haji Indonesia Bebas Pungutan, Jemaah Diminta Hanya Ikuti Petugas Resmi

Bila dimintai pungutan, jemaah haji Indonesia diminta untuk segera melapor.

Diterbitkan 21 April 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah menegaskan seluruh layanan bagi jemaah haji Indonesia diberikan tanpa pungutan biaya sama sekali. Menjelang kedatangan kloter pertama, jamaah diminta hanya berinteraksi dengan petugas resmi yang memiliki identitas lengkap.

Kepala Daker Madinah, DR Khalilurahman menekankan orientasi pelayanan harus berfokus pada kepentingan jemaah.

"Komitmen petugas adalah memberi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan pada jamaah," katanya saat apel pagi yang digelar serentak di seluruh sektor sebagai bagian dari pemantapan kesiapan petugas pada Selasa (21/4/2026).

Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan jemaah dalam menerima bantuan di lapangan. Menurutnya, seluruh petugas resmi dilengkapi atribut yang jelas dan mudah dikenali.

"Petugas resmi menggunakan atribut, dengan identitas jelas, ada nama dan logo Kementerian. Kalau tidak pakai atribut resmi, itu bukan petugas," terang Khalilurahman.

Dia juga menegaskan larangan keras terhadap segala bentuk pungutan. Ia memastikan tidak ada alasan bagi petugas untuk meminta imbalan, sekaligus melarang jemaah memberi uang dalam bentuk apa pun.

"Jemaah tidak perlu memberikan uang, dan petugas tidak boleh menerima. Jika ada yang meminta, segera laporkan," kata Khalilurahman.

Untuk menjaga integritas layanan, PPIH membuka akses pengaduan bagi jemaah. Laporan dapat disampaikan melalui kanal resmi "Kawal Haji" atau lewat mekanisme berjenjang, mulai dari ketua regu, ketua rombongan, ketua kloter, hingga ke tingkat sektor dan Daker.

"Jika bisa diselesaikan di tingkat kloter, akan ditangani di sana. Jika perlu, sektor dan Daker akan turun langsung," ucap dia.

 

Kesiapan Jelang Kedatangan Jemaah Haji Indonesia

Jelang kedatangan jemaah haji Indonesia kloter pertama, Khalilurahman memastikan seluruh layanan utama, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi hingga kesehatan, telah siap menyambut kedatangan jemaah.

"Penyambutan akan dilakukan dengan selawat Badar sebagai tradisi khas," ungkap Khalilurahman.

Dia mengatakan, menjelang kedatangan jemaah pada Rabu pagi, 22 April 2026, waktu setempat, berbagai simulasi telah dilakukan untuk memastikan operasional berjalan optimal.

"Kesiapan fasilitas kesehatan telah mencapai sekitar 99 persen, mencakup penataan ruangan hingga kelengkapan alat medis," ucap Khalilurahman.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) berfungsi sebagai pusat rujukan lanjutan setelah penanganan awal oleh tim medis kloter dan sektor. Dukungan operasional diperkuat dengan sekitar 10 unit ambulans yang siaga 24 jam. Lokasi KKHI yang berjarak 3-4 kilometer dari pemondokan jemaah dinilai mempermudah proses rujukan secara cepat.

Sistem layanan menerapkan mekanisme triase sesuai tingkat keparahan. Kasus ringan ditangani di kloter atau sektor, sementara kondisi lanjutan dirujuk ke KKHI, sedangkan kasus darurat dapat langsung dibawa ke rumah sakit setempat.