Wali Kota Neni Tegaskan Komitmen Bangun Bontang di Tengah Tantangan Fiskal

Optimisme itu ia sampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang di Lapangan Bessai Berinta (Stadion Lang-Lang).

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pembangunan Bontang terus berjalan dengan fokus pada sektor pendidikan.
  • Pemkot meluncurkan Beasiswa UKT untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi.
  • Peningkatan kualitas SDM adalah fondasi utama daya saing daerah.

Liputan6.com, Bontang - Di tengah kondisi fiskal yang menantang, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa roda pembangunan di daerahnya tidak akan berhenti. Fokus tetap diarahkan pada sektor pendidikan sebagai salah satu amanah penting dalam konstitusi.

Optimisme itu ia sampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang di Lapangan Bessai Berinta (Stadion Lang-Lang), Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (15/11/2025).

“Alhamdulillah, di usia ke-26 ini Bontang terus berbenah dan berupaya menjadi lebih baik lagi. Semoga semangat Bersatu, Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera benar-benar hidup dalam setiap langkah pembangunan,” ujar Neni.

Beasiswa UKT Bontang Dukung Akses Pendidikan Tinggi

Dalam kesempatan yang sama, Neni juga mengumumkan peluncuran Program Beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) Bontang, yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari berbagai jenjang mulai dari D3, D4, S1, S2, S3, hingga program profesi dan dokter spesialis.

Menurutnya, program tersebut menjadi wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, terutama bagi warga ber-KTP Bontang.

“Kami akan terus mengalokasikan 20 persen belanja wajib untuk pendidikan. Kami ingin pendidikan tidak menjadi beban, tetapi menjadi investasi untuk melahirkan generasi yang lebih baik,” tuturnya.

Neni meyakini, peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah fondasi utama untuk membangun daya saing daerah yang berkelanjutan. Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk tumbuh dan berkembang secara cerdas dan mandiri.

2.000 Penari Jepen Warnai HUT ke-26 Kota Bontang

Upacara HUT ke-26 berlangsung meriah dan penuh semangat meski di bawah terik matahari. Ribuan peserta upacara mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga puncak acara yang dimeriahkan oleh penampilan 2.000 penari Jepen dari jenjang SMP hingga SMA/SMK se-Kota Bontang.

Para penari tampil enerjik dan kompak, menggambarkan semangat masyarakat Bontang yang pantang menyerah menghadapi perubahan. Suasana menjadi semakin hangat ketika Wali Kota Neni bersama jajaran Forkopimda ikut turun ke lapangan untuk menari bersama para siswa.

Dalam penutup sambutannya, Neni menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar momen peringatan hari jadi Kota Bontang dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus bersatu dan berbenah.

“Dirgahayu Kota Bontang ke-26, Bersatu, Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera,” ucapnya.

Kehadiran Pimpinan Daerah Lengkapi Perayaan

Perayaan HUT ke-26 juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Agus Haris, Sekretaris Daerah Aji Erlinawaty, Ketua dan anggota DPRD, serta jajaran Forkopimda Kota Bontang. Turut hadir pula tamu undangan dari tingkat provinsi, yang menandai kuatnya sinergi antar-lembaga dalam membangun Bontang ke depan.

Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi penanda bahwa di usia yang ke-26, Bontang terus menegaskan dirinya sebagai kota yang berdaya, berbenah, dan berkomitmen terhadap kesejahteraan warganya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6