Kisah Wisudawan Sekolah Lansia: Awalnya Ragu, Kini Lebih Sehat dan Bahagia

Program Sekolah Lansia yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi ruang baru bagi para warga lanjut usia untuk terus berkarya dan belajar di masa senja.

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 20:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Program Sekolah Lansia yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi ruang baru bagi para warga lanjut usia untuk terus berkarya dan belajar di masa senja. Bukan hanya tempat menimba ilmu, sekolah ini hadir sebagai wadah interaksi, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tetap aktif, sehat, dan berdaya.

Banyak peserta maupun wisudawan Sekolah Lansia merasakan manfaat nyata dari keikutsertaan mereka. Salah satunya dirasakan Oma Ilah Karmila, warga Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

Oma Ilah menceritakan, awalnya mengetahui program sekolah lansia dari informasi RW dan mempertanyakan program tersebut. Motivasi ikut sekolah ini datang dari keinginannya untuk tetap aktif dalam kegiatan positif.

“Pertama untuk kesehatan, kedua bisa bertemu dengan para lansia lainnya,” katanya. 

Dukungan untuk mengikuti sekolah lansia datang dari keluarga. Menurutnya, anak, cucu, hingga suami tidak pernah melarang, bahkan mendorongnya selama ia masih sehat.

Selama mengikuti kegiatan, Oma Ilah merasakan pelatihan yang sangat berguna, terutama seputar kesehatan. “Pelatihan yang saya dapatkan sangat bermanfaat, apalagi tentang penyakit yang sering dialami lansia. Jadi kalau badan lemas, saya tahu harus bagaimana menyikapinya,” tuturnya.

Momen kebersamaan dengan sesama peserta juga menjadi pengalaman berkesan. Ia merasa bisa saling berbagi cerita tentang keluarga hingga memahami perbedaan karakter antar lansia.

“Ada yang cerewet, ada yang kalem. Jadi kita bisa ambil hikmahnya,” kata Oma Ilah sambil tersenyum.

Seperti halnya Oma Ilah yang semangat untuk terus belajar, Opa Sutarto yang berusia 70 tahun asal Kelurahan Baru, Pasar Rebo, Jakarta Timur, juga antusias untuk menimba ilmu lewat program Sekolah Lansia. Menariknya, beliau merupakan seorang YouTuber yang aktif berbagi konten positif dan inspiratif.

Dorongan utamanya sederhana, Opa Sutarto ingin terus menambah pengetahuan sekaligus memperluas wawasan.

“Keluarga saya mengizinkan, malah bertanya, apa saja yang dipelajari di sekolah (lansia) dan untuk apa?” ujar Opa Sutarto, yang juga aktif sebagai Youtuber.

Selama mengikuti kegiatan Sekolah Lansia, ia merasakan banyak hal berkesan. Mulai dari mendapatkan ilmu baru, memperluas jaringan pertemanan, hingga interaksi penuh keakraban bersama sesama peserta.

“Banyak hal yang berkesan selama mengikuti pelatihan Al. Menambah ilmu, kawan dan interaksi sesama kawan, menerima ilmu baru, yang tentunya sangat terkesan,” tuturnya.

Menurutnya, para panitia dan penyelenggara menunjukkan sikap ramah serta selalu menciptakan suasana positif dan memiliki toleransi yang tinggi. Karena itu ia berharap program ini dilanjutkan dengan peningkatan materi dan praktek yang lebih diperluas.

 

 Pengalaman dan Ilmu Bermanfaat

Sri Erowati, wisudawan Sekolah Lansia berusia 63 tahun, mengakui program ini memberikan banyak pengalaman dan ilmu yang bermanfaat, khususnya di bidang kesehatan.

“Alhamdulillah, banyak sekali pengalaman dan ilmu yang didapatkan. Ilmu kesehatan sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari saya,” ujar Sri.

Momen wisuda bersama ribuan lansia lain yang memakai toga menjadi kenangan berkesan baginya. Sri berharap program ini terus berkembang dan dapat menjangkau lebih banyak lansia.

 

Sementara itu, peserta Sekolah Lansia lainnya, Rosita yang berusia 63 tahun mengaku mendapatkan dua ilmu yang paling berkesan, kesehatan dan teknologi. 

“Pelajaran tentang menjaga pola makan, pola pikir, dan kehidupan sehari-hari sangat berguna untuk meminimalisir penyakit. Selain itu, kami juga diajarkan tentang teknologi, misalnya mendaftar rumah sakit atau urusan perbankan sendiri. Itu sangat membantu,” ujarnya.

Ia juga menceritakan dampak langsung dari keterampilan yang diperoleh. “Setelah mengikuti SSP, saya rajin berkebun, menanam bunga, dan bahkan bisa menghasilkan penghasilan dari penjualan online. Program ini membuat saya lebih bahagia, percaya diri, dan produktif,” tuturnya.

Dukung Keberlanjutan dan Perluasan Sekolah Lansia 

Oma Ilah menilai program ini sangat positif dan sebaiknya dilanjutkan. Ia bahkan terhibur dengan adanya prosesi wisuda.

“Anak-anak sampai bilang, aku sekolah lama belum wisuda, Nin sekolah enam bulan sudah wisuda. Apalagi wisudanya pakai toga. Tapi sangat berguna sekali buat saya,” ungkapnya.

Ke depan, Oma Ilah berharap ada beberapa peningkatan dalam penyelenggaraan sekolah lansia. Menurutnya, peserta jangan hanya dari kalangan kader, tetapi juga lansia umum, serta perlu adanya keseimbangan antara peserta laki-laki dan perempuan. 

“Kalau bisa tiap RW empat orang, dua perempuan dan dua laki-laki. Biar lebih semangat,” sarannya.

“Kalau bisa sebulan tiga kali, jadi lebih bermanfaat,” tambahnya.

Terkait rencana lanjutan ke jenjang S2 Sekolah Lansia, Oma Ilah mengaku siap. “InsyaAllah siap. Kalau memang ada S2 berarti melanjutkan dari S1. Bersyukur sekali ada program ini, pengalaman saya jadi banyak,” pungkasnya.

Gubernur Pramono Puji Semangat Lansia

Dalam acara Wisuda Akbar Sekolah Lansia Senior School Pintar (SPP) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bulan September 2025 lalu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memuji semangat para lansia yang tetap haus ilmu demi meningkatkan kualitas hidup.

“Bagi saya, kesediaan mereka bersekolah di usia lanjut adalah hal yang luar biasa. Tadi, ada ibu-ibu berusia 87 tahun yang masih mengikuti sekolah, juga bapak-bapak berusia 80 tahun. Ini menunjukkan bahwa sekolah lansia benar-benar menjadi kebutuhan bagi warga Jakarta,” ujar Gubernur Pramono.

Saat ini, terdapat sepuluh Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Gubernur Pramono telah menginstruksikan jajaran Dinas PPAPP untuk terus mengembangkan sekolah lansia agar bisa diikuti lebih banyak peserta.

Di sini, para lansia memiliki ruang untuk bertemu, berkumpul, berinteraksi, menjaga kebahagiaan, serta saling bertukar informasi. Apalagi, kini ada ‘Pasukan Putih’ yang juga bertugas melayani lansia. Mudah-mudahan ini dapat meringankan kehidupan mereka,” jelasnya.

Membangun Lansia Tangguh

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, menyampaikan, kegiatan Wisuda Akbar Sekolah Lansia SPP merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan nyata terhadap lansia.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta semester I tahun 2025, tercatat sekitar 1.167.038 jiwa atau 10,6 persen penduduk adalah lansia. Rinciannya, laki-laki 543.017 jiwa (46,5 persen) dan perempuan 624.021 jiwa (53,5 persen). 

“Sebagai kelompok rentan, lansia perlu mendapat perhatian serius. Untuk itu, Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan program Bina Keluarga Lansia (BKL), di mana salah satu kegiatannya adalah Sekolah Lansia,” urainya.

BKL merupakan program yang dikembangkan oleh BKKBN, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia maupun keluarga yang memiliki lansia. Program ini dirancang agar tercipta lansia tangguh di lingkungan keluarga yang nyaman.

Sebagai informasi, Sekolah Lansia yang merupakan bagian dari program Bina Keluarga Lansia adalah pendidikan nonformal berbasis masyarakat. Program ini memberikan wadah bagi lansia untuk berkumpul, belajar, dan beraktivitas sosial dengan tujuan utama mewujudkan lansia tangguh, sehat, mandiri, aktif, produktif, berdaya, serta bermartabat. Harapannya, kualitas hidup lansia meningkat sekaligus mewujudkan masyarakat yang inklusif bagi semua usia.

Melalui pembelajaran berkelanjutan, Sekolah Lansia memperkenalkan konsep SMART dalam tujuh dimensi lansia tangguh, yaitu spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, dan lingkungan. Dengan demikian, lansia tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga subjek pembangunan yang mampu berkontribusi bagi keluarga, komunitas, dan masyarakat, mencegah ketergantungan di hari tua, serta memperpanjang masa produktifnya.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6