Puan Maharani Minta Maaf DPR Belum Sempurna Jalankan Amanat Rakyat

Puan mengatakan, DPR RI akan menjadikan setiap kritik dan masukan sebagai pendorong menyempurnakan diri dan bertansformasi lebih baik dalam memenuhi amanat rakyat.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ketua DPR Puan Maharani meminta maaf atas kinerja DPR yang belum sempurna.
  • DPR harus fokus memberi manfaat nyata bagi rakyat, bukan hanya jumlah UU.
  • Kritik rakyat wajar dan harus dijawab DPR dengan kerja nyata serta mawas diri.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia apabila lembaga legislatif belum sepenuhnya mampu menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dengan sempurna.

Hal itu disampaikan Puan melalui pidatonya dalam rangka penyampaian laporan kinerja DPR RI Tahun Sidang 2024-2025 pada Rapat Paripurna DPR RI Khusus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2025).

“Atas nama seluruh anggota dan pimpinan DPR RI, kami meminta maaf kepada rakyat Indonesia apabila belum sepenuhnya dapat menjalankan tugas kami sebagai wakil rakyat secara sempurna,” ujar Puan.

Dalam pidatonya, Puan juga menegaskan sejarah tidak mencatat jumlah undang-undang yang disahkan atau besarnya anggaran yang dikelola DPR, tetapi juga sejauh mana keputusan yang diambil benar-benar memberi manfaat nyata bagi rakyat.

“Kita semua yang duduk di ruanagan ini adalah wakil rakyat yang menjadi bagian dari rakyat itu sendiri, kita lahir dari rakyat, kita hadir untuk rakyat, dan harus kembali ke rakyat,” tutur mantan Menko PMK itu.

 

Kritik Hal yang Wajar

Puan menyebut kritik rakyat adalah hal yang wajar dan dapat disampaikan melalui berbagai cara, mulai dari demonstrasi hingga media sosial. Menurutnya, kritik harus dijawab dengan kerja nyata.

Politisi dari PDI Perjuangan itu menekankan, sebagai wakil rakyat, anggota DPR memiliki kewajiban untuk menyediakan waktu, tenaga, bahkan mengorbankan kepentingan pribadi demi menjalankan amanat rakyat.

“DPR RI harus menjawabnya sebagia kerja nyata, kita harus selalu mawas diri, DPR RI harus berani mendengar berani dikritik dan berkomitmen tinggi untuk meningkatkan dedikasinya,” tegas Puan.

“Sudah selayaknya sebagai wakil rakyat kita yang harus lebih sibuk membicarakan rakyat, bukan rakyat yang sibuk membicarakan kita, apalagi kalau kita sibuk membicarakan diri kita sendiri,” tambahnya.

 

Langkah Nyata

Puan menambahkan, transformasi DPR RI hanya dapat terwujud jika seluruh anggota mengambil langkah nyata secara bersama-sama.

“Visi tanpa aksi hanyalah mimpi, tetapi aksi bersama dengan visi yang jelas akan membawa kebaikan bagi kita semua,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Puan Maharani merupakan anak ketiga Megawati atau anak pertama Megawati dari suaminya Taufiq Kiemas
    Puan Maharani merupakan anak ketiga Megawati atau anak pertama Megawati dari suaminya Taufiq Kiemas
    Puan Maharani
  • liputan6
    DPR adalah lembaga legislatif yang anggotanya terdiri dri anggota partai politik terpilih dari hasil pemilu.
    DPR