Disebut Aklamasi Jadi Ketum PPP, Ini Jawaban Mardiono

Mardiono mengaku sejatinya dirinya tidak pernah menginginkan pencalonan dironya sebagai ketua umum. Dia pun menegaskan, tidak pernah mendeklarasikan apapun.

Diterbitkan 28 September 2025, 01:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Muhammad Mardiono resmi menjadi Ketua Umum PPP definitif secara aklamasi di Muktamar X.
  • Mardiono menerima jabatan tersebut sebagai amanah dan kewajiban kader partai.
  • Muktamar X PPP diwarnai kericuhan dan baku hantam, Mardiono akan usut penyebabnya.

Liputan6.com, Jakarta Muhammad Mardiono disebut telah menjadi ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) definitif di Muktamar X secara aklamasi.

Hal itu disampaikan usai sidang penetapan calon ketua umum yang diketuai oleh Amir Uskara. 

Kepada awak media, Mardiono mengaku sejatinya dirinya tidak pernah menginginkan pencalonan dironya sebagai ketua umum. Dia pun menegaskan, tidak pernah mendeklarasikan apapun.

"Kami juga tidak membentuk tim sukses yang mana itu adalah relawan," ujar Mardiono usai aklamasi jadi ketua umum PPP saat jumpa pers di Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Dia mengakui, banyak dorongan tingkat cabang dan wilayah yang memintanya melanjutkan secara definitif sebagai ketua umum PPP. Namun, hal itu disikapinya dengan bijak dengan megembalikan semuanya kepada para kader.

"Nah saya selalu menjawab bahwa saya sebagai kader, sebagai pelajurit, kalau memang organisasi ini memanggil, ya itu sudah menjadi kewajiban saya," tutur Mardiono. 

Dengan hasil Muktamar X kali ini, Mardiono mengaku hal itu sebagai amanah. Artinya, sosoknya memang masih dihutuhkan PPP dan dia siap menjalaninya.

"Ya kalau memang saya masih dibutuhkan, Insyaallah saya bismillah," dia menandasi.

Sempat Ricuh

Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan Pembangunan (PPP) diwarnai baku hantam.

Kejadian itu berlangsung seusai pidato pembuka dari Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono di ruang utama ballroom Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025) malam. 

Awalnya, para peserta muktamar saling sahut berteriak 'lanjutkan' dan 'perubahan'. Tidak jelas apa makna dari dua kata tersebut yang menjadi penyulut keriuhan.

Namun kegaduhan di dalam ruang utama berhasil diredam oleh Satgas Pengamanan. Hanya saja, hal itu berlanjut saat peserta mulai keluar ruang utama.

 

Baku Hantam

Kedua kubu di Muktamar X PPP yang awalnya hanya saling sahut verbal bertambah menggunakan fisik.

Saling dorong, baku hantam tak bisa diredam. Lempar-lemparan pun terjadi, bahkan dengan kursi. Namun akhirnya berhasil dilerai oleh para sesama kader.

"Kita ini saudara bapak-bapak semua," teriak mereka yang coba mendinginkan situasi.

Mengetahui hal itu, Mardiono mengaku tidak bakal tinggal diam. Dia akan meminta bantuan polisi untuk mendalami siapa yang menjadi penyebab dalam peristiwa tersebut.

"Semuanya (diusut) ada CCTV. Kemudian tentu polisi nanti akan melakukan penyelidikan," respons Mardiono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6