Rahayu Saraswati: Selama Pak Prabowo Presiden, Hampir Mustahil Saya Jadi Menteri

Waketum Partai Gerindra Rahayu Saraswati membantah kabar yang menyebut dirinya mundur sebagai anggota DPR demi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Diperbarui 16 September 2025, 22:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rahayu Saraswati membantah mundur dari DPR demi jabatan Menpora.
  • Dia merasa mustahil jadi menteri karena status keponakan Prabowo.
  • Pengunduran diri terkait video tentang kemandirian usaha anak muda.

Liputan6.com, Jakarta - Waketum Partai Gerindra Rahayu Saraswati membantah kabar yang menyebut dirinya mundur sebagai anggota DPR demi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

"Ini tidak ada kaitannya dengan jabatan Menpora. Kalau itu tujuannya, saya tidak perlu mundur dari DPR RI," kata Sara dalam dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa (16/9/2025).

Sara menyinggung bahwa menjadi anggota Dewan saja dirinya dituduh mendapat kursi lantaran keponakan Prabowo, apalagi sebagai menteri. Sehingga menurutnya hal itu mustahil terjadi.

"Selama Pak Prabowo presiden, hampir mustahil saya menjadi menteri di kabinet beliau. Di DPR yang di mana saya terpilih langsung oleh rakyat saja saya dituduh dapat karena saya keponakan, apalagi menteri," ungkap Sara.

 

Mundur dari DPR

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati menyatakan mundur sebagai anggota DPR RI. Keputusan tersebut diumumkan Sara langsung lewat akun Instagram miliknya, Rabu (10/9/2025).

"Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada fraksi Partai Gerindra. Saya berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Keparwisataan yang merupakan produk legislasi kami di Komisi 7," kata Sara dikutip dari akun IG miliknya, Rabu (10/9/2025).

Sara menjelaskan alasan dirinya mundur, yakni terkait videonya yang berisi agar anak muda bisa membuat usaha sendiri dan tak hanya bergantung pada pemerintah.

"Dua menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat. Tidak ada maksud maupun tujuan dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berusaha tetapi menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan," ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6