MUI dan Tokoh Lintas Agama Ajak Umat Jaga Stabilitas Bangsa Pasca Demo Anarkis

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menyatakan, Indonesia memiliki ciri masyarakat damai, aman dan mencintai persatuan. Hal itu menjadi modal penting bagi bangsa dan negara untuk membangun diri menuju bangsa yang maju.

Diterbitkan 02 September 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar meyakini, peran tokoh agama di Indonesia mampu mengembalikan kondisi bangsa dan Tanah Air menjadi kembali kondusif pasca serangkaian aksi demo anarkis sepekan terakhir. Menurut dia, stabilitas bangsa saat ini sangat diperlukan untuk dapat menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk melakukan usaha di bidang ekonomi.

"Tanpa stabilitas, kita tidak mungkin melakukan kegiatan pendidikan dengan baik. Bahkan tanpa stabilitas kita tidak bisa beribadah dengan baik," tegas Anwar.

Anwar menyatakan, Indonesia memiliki ciri masyarakat damai, aman dan mencintai persatuan. Hal itu menjadi modal penting bagi bangsa dan negara untuk membangun diri menuju bangsa yang maju.

"Oleh karena itu mari kita jaga terus hubungan ini antara agama, saling menghormati, saling menghargai dan ini akan menjadi sesuatu yang modal penting bagi negara ini," tegas dia.

Anwar pun mendorong agar para tokoh agama, mampu berperan memberi pemahaman terhadap umat perihal menyampaikan pendapat secara baik. Sebab sejatinya menyampaikan pendapat dijamin dalam Undang-Undang selama dalam koridornya tanpa merusak dan anarkis.

"Nah yang terjadi sekarang ini (demo) dimanfaatkan untuk melakukan penjarahan dan lain-lain. Ini artinya di kalangan umat kita terutama anak-anak muda kita masih terjadi satu kesenjangan memahami tentang kebebasan ini," wanti dia.

"Karena itu, kewajiban kita sebagai tokoh agama harus terus memberikan edukasi dan pendidikan moral kepada umat kita terutama kepada anak-anak bangsa kita ini," imbuh dia menandasi.

Sebagai informasi, MUI bersama kelompok lintas agama duduk bersama untuk menyuarakan 9 pesan kepada umat. Mereka terdiri dari Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat; Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum MATAKIN; Budi Santoso Tanuwibowo, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI); Pdt. Jacklevyn Manuputty, Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI); Engkus Ruswana, Ketua Umum Permabudhi; Prof Philip K. Widjaja, Waketum MUI; Marsudi Suhud, Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama; Yusnar Yusuf dsn perwakilan Kepemimpinan Spiritual; Eko Sriyanto Galgendu.

 

 

Isi 9 Pesan dari Tokoh Lintas Agama

1. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa yang terjadi belakangan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dan para korban mendapatkan kedamaian dan surga di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

2. Mari kita bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, atau berita yang belum jelas kebenarannya guna menjaga kondisi damai sebagai modal utama menjaga kehidupan bersama.

3. Mengingatkan kepada semua pihak tentang bahaya benturan, adu domba. Karena itu mari kita saling mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap segala bentuk upaya adu domba antar agama, antar suku, maupun antar golongan, serta benturan antara masyarakat dan aparat keamanan.

4. Mari kita sampaikan aspirasi dan pendapat dalam bingkai kebenaran, kasih sayang, dan keadilan. Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai diperalat untuk merusak persatuan dan kesatuan.

5. Menolak segala bentuk kekerasan dan anarkisme, adua-domba di media sosial, juga perusakan fasilitas umum, maupun tindakan kekerasan yang mencederai ajaran agama dan nilai luhur bangsa. Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi, namun harus diwujudkan dengan cara damai, bermartabat, dan beradab demi menjaga kehormatan rakyat dan bangsa.

6. Mengajak Aparat Bertindak Adil dan Bijaksana bersama pemimpin eksekutif, legislatif yudikatif, serta aparat keamanan untuk mendengar aspirasi rakyat dengan hati yang bijaksana dan penuh welas asih.

7. Kami mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, dan tidak bertindak berlebihan serta mengedepankan dialog serta mediasi dalam menangani situasi yang berkembang sehingga dapat mewujudkan rasa aman dan nyaman.

8. Kami mengajak seluruh umat beragama untuk memperkokoh persatuan, toleransi, dan solidaritas. Hanya dengan kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan, kita dapat menjaga bangsa tetap rukun, tenteram, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita berharap peristiwa ini menjadi cermin bagi para pemimpin bangsa untuk melakukan evaluasi dan refleksi bersama, agar kita mampu menjalankan kepemimpinan yang adil, tulus, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Dengan kepemimpinan yang berbelarasa dan berkeadilan, masyarakat akan merasakan hadirnya negara yang mengayomi, melindungi, serta menghadirkan kedamaian.

9. Kami tokoh lintas agama mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa seperti penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi, tindakan kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan, dan lain-lain.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, zuama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di
    MUI
  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • demo dpr