Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mempertanyakan keputusan partai politik menonatifkan kader mereka sebagai anggota DPR buntut gelombang demo besar-besaran.
Anggota DPR yang dinonaktifkan partai politik masing-masing adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari NasDem, Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN dan Adies Kadir dari Golkar.
Lucius menilai, keputusan menonaktifkan lima anggota DPR itu seolah hanya menyembunyikan mereka sampai situasi nasional kembali kondusif.
Advertisement
"Fraksi atau partai nampak tak ingin kehilangan 5 anggota mereka hanya karena dituntut publik. Mereka hanya "disembunyikan" sementara waktu sambil menunggu perkembangan selanjutnya," kata Lucius kepada Liputan6.com, Senin (1/9/2025).
"Kalau situasi sudah tenang beberapa waktu kemudian, kelima anggota ini akan diaktifkan lagi," sambung Lucius.
Lebih Baik Pakai Istilah 'Pemberhentian'
Lebih lanjut, dia menantang partai politik untuk memakai istilah pemberhentian anggota DPR. Sebab, menurut Lucius, diksi penonaktifan hanya pembelaan parpol atas kader mereka yang bertujuan untuk menyenangkan publik sesaat saja.
"Kalau partai atau fraksi mengakui dan menyadari kesalahan kader mereka yang membuat publik marah, seharusnya diksi pemberhentian saja yang dilakukan," tegas dia.
Merujuk istilah pemberhentian itu, lanjut Lucius, anggota DPR yang kontroversial tersebut bakal langsung diganti lewat mekanisme PAW. Hal ini sekalius menegaskan partai politik berani bertindak tegas kepada kader yang bermasalah.
"Dengan pemberhentian, maka akan ada proses PAW, sekaligus memastikan kelima orang itu tidak punya tanggungjawab secara moral dan politis untuk menjadi wakil rakyat," tutup Lucius.
Advertisement
Daftar Anggota DPR Dinonaktifkan Parpol
Sebelumnya, sejumlah partai politik memutuskan untuk menonaktifkan anggotanya dari Senayan imbas gelombang demo di sejumlah daerah Indonesia. Wakil rakyat yang dinonaktifkan itu mulai dari anggota biasa, pimpinan komisi, hingga Pimpinan DPR RI.
Anggota DPR yang dinonaktifkan itu yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi Partai NasDem, Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi PAN, dan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir dari Fraksi Partai Golkar.
Ketiga partai itu menonaktifkan anggotanya tersebut guna merespons dinamika sosial dan politik yang terjadi akhir-akhir ini.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4717287/original/023984000_1705383635-20240116-Rapat-Paripurna-Faizal-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1364307/original/011260700_1475577765-eko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471863/original/042918400_1768296912-Puan_Maharani.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7740530/original/051604800_1780547484-3acffeeb-67b7-4f25-9ff6-9b874fc9bdaa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522139/original/000729400_1772718909-e055bfb0-d53a-42c5-ad40-0243568a7760.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345136/original/051065500_1757507068-men1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715079/original/074989700_1782798565-IMG_2706.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479939/original/082643400_1768997552-Ketua_Komisi_XI_DPR_RI_Mukhamad_Misbakhun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7595653/original/002758800_1780378708-IMG_1848.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776269/original/058327500_1782872842-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_08.39.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578943/original/090955900_1782537719-Kemhan.jpg)