Daftar Anggota Paskibraka Nasional 2025, Siapa Pembawa Baki dan Pengibar Bendera?

Pada tahun 2025 ini, sebanyak 76 pelajar terbaik dari 38 provinsi resmi terpilih untuk mengibarkan bendera Merah Putih di Istana Negara pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Diperbarui 17 Agustus 2025, 11:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paskibraka Nasional menjadi salah satu kebanggaan bagi generasi muda Indonesia setiap tahunnya. Mereka adalah putra-putri terbaik yang terpilih untuk mengemban tugas mulia mengibarkan bendera pusaka.

Proses seleksi yang ketat memastikan hanya individu berdedikasi yang dapat menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. Kehormatan ini diberikan kepada mereka yang memiliki fisik, mental, dan wawasan kebangsaan mumpuni.

Pada tahun 2025 ini, sebanyak 76 pelajar terbaik dari 38 provinsi resmi terpilih untuk mengibarkan bendera Merah Putih di Istana Negara pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka akan menjadi bagian dari daftar nama Paskibraka Nasional 2025 yang akan mengukir sejarah.

Pada tahun 2025, daftar nama Paskibraka Nasional 2025 terdiri dari 76 pelajar terpilih yang mewakili 38 provinsi di Indonesia. Mereka adalah siswa-siswi terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Berikut adalah daftar nama anggota Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2025 beserta asal provinsi dan sekolah masing-masing:

  1. Aceh
  • Muhammad Ridho (SMAN Modal Bangsa)
  • Nathania Putri Diwansyah (SMAN 1 Banda Aceh)
  • Sumatra Utara
    • Adinata Kurniawan Harahap (SMA Adzkia Medan)
    • Kristine Andeska Br. Ginting (SMAN 1 Pancur Batu)
  • Sumatra Barat
    • Habib Burhan (SMAN 1 Pancung Soal)
    • Lulu Athul Fuadah (SMAN 1 Sitiung)
  • Riau
    • Rafael Varindra (SMAN 8 Pekanbaru)
    • Alya Zahra Khalisah (SMAN 1 Bangkinang)
  • Jambi
    • Frans Sokhi Lase (SMAN 1 Kota Jambi)
    • Nindya Eltsani Fawwaz (SMAN 2 Kota Sungai Penuh)
  • Sumatra Selatan
    • Ahmad Noval Al Farizi (SMA Taruna Tunas Bangsa)
    • Putu Elysa Boniarta (SMA Kusuma Bangsa)
  • Bengkulu
    • Rizqullah Naufal Habibie (SMAN 1 Bengkulu Utara)
    • Khanza Nabilla Putri (SMAN 7 Kota Bengkulu)
  • Lampung
    • Muhammad Ghaalib Al Ghifari (SMAN Kebangsaan Lampung Selatan)
    • Ni Made Ira Puspa Nandini (SMAN 1 Seputih Mataram)
  • Kepulauan Bangka Belitung
    • Muhammad Aditya Kenzo Nugraha Alfaiz (MAS Terpadu Bina Insan Cendikia)
    • Fitri Atiqah Mahya (SMA 2 Tanjungpandan)
  • Kepulauan Riau
    • Bagas Yudha Pratama (SMAN 4 Karimun)
    • Thifaal Maahirah Atika (SMAN 1 Tanjungpinang)
  • DKI Jakarta
    • Farrel Argantha Irawan (Sekolah Highscope Indonesia)
    • Sultana Najwa (SMAN 82 Jakarta)
  • Jawa Barat
    • Andi Java Ibnu Hajar Sinjaya (SMA Presiden)
    • Kyla Princessa (SMA Labschool Cibubur)
  • Jawa Tengah
    • Muhammad Rasya Alfarelhudy (SMAN 1 Wirosari Grobogan)
    • Anindya Putri Aprilia (SMAN 3 Salatiga)
  • DI Yogyakarta
    • Faishal Ahmad Kurniawan (SMAN 1 Pundong)
    • Naura Aullia Putri Darmawan (SMAN 4 Yogyakarta)
  • Jawa Timur
    • Arka Bintang Is'adkauthar (SMA Al Hikmah Surabaya)
    • Kayla Zahra Tastaftian Elfirin (SMAN 1 Giri Taruna Bangsa)
  • Banten
    • Affan Zahwan Ramadhan (SMA Islam Nurul Fikri)
    • Daniella Shia Caely (SMA Tarakanita Gading Serpong)
  • Bali
    • I Kadek Mentor Sad Ananta Wicaksana (SMAN 9 Denpasar)
    • Ni Putu Anindya Permata Wardana (SMAN 7 Denpasar)
  • Nusa Tenggara Barat
    • Arafat Abdullah Hanif (AMMAN Academy)
    • Mutia Yuningsih (SMAN 3 Sumbawa Besar)
  • Nusa Tenggara Timur
    • Paulus Gregorius Afrizal (SMAK Frateran Maumere)
    • Merlin Anggareni Mausali (SMAN 1 Kalabahi Alor)
  • Kalimantan Barat
    • Gregorius Marhico (SMAN 1 Putussibau)
    • Chelsea Olivia (SMKN 1 Sambas)
  • Kalimantan Tengah
    • Angga Nugraha Za'ahir (SMAN 1 Muara Teweh)
    • May Wulandari (SMAN 1 Tamiang)
  • Kalimantan Selatan
    • Dimas Budiman (SMAN 4 Banjarbaru)
    • Alvina Dhiya Kamila Faradisa (SMAN 1 Rantau)
  • Kalimantan Timur
    • El-Rayyi Mujahid Faqih (SMK Kehutanan Negeri Samarinda)
    • Putri Nur Azizah (SMK Putra Bangsa Kota Bontang)
  • Kalimantan Utara
    • Nabil El Zahr (SMA Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung)
    • Tabella Ismayati Assa (SMKN 1 Tarakan)
  • Gorontalo
    • Rahmat Hidayat (SMAN 1 Wonosari)
    • Armelya Indira Zahra Habibie (MAN 1 Kota Gorontalo)
  • Sulawesi Utara
    • Firji Beeg (SMAN 1 Kotabunan)
    • Bianca Alessia Christabella Lantang (SMA Lentera Harapan Tomohon)
  • Sulawesi Tengah
    • Riswan Komian (SMAN 1 Banggai Laut)
    • Anggita Damayanti (SMAN Model Terpadu Madani Palu)
  • Sulawesi Barat
    • Hilton Pratama Mantong (SMAN 1 Mamuju)
    • Zalfa Naqiyya (SMAN 1 Tinambung)
  • Sulawesi Tenggara
    • Muhammad Faiq Alimuddin (MAN 1 Kendari)
    • Waode Alika Zea Chanindya (SMAN 1 Lawa Muna Barat)
  • Sulawesi Selatan
    • Nadhif Infanteri Ibha (SMAN 1 Gowa)
    • Aliah Sakira (SMAN 14 Makassar)
  • Maluku Utara
    • M. Aqsyahiful Ikram (SMAN 3 Halmahera Barat)
    • Beatrix Missy (SMAN 4 Tidore Kepulauan)
  • Maluku
    • Samuel Frangki Balsala (SMA PGRI Dobo)
    • Inggid Christiani Nahak (SMAN 2 Ambon)
  • Papua Barat Daya
    • Frans Jemput (SMAN 4 Raja Empat)
    • Eterline Putri Wulandari Warmasen (SMAN 1 Kota Sorong)
  • Papua Barat
    • Hayavi Arsenal Lemauk (SMAN Kasuari Papua Barat)
    • Rhita Lovely Chantika Febiolla Ayomi (SMAN 1 Manokwari)
  • Papua
    • Theodorus Alfredo Wanma (SMAN 1 Sentani)
    • Friyella Msiren (SMA YPK 2 Biak)
  • Papua Tengah
    • Mattew Farel Jun Abetyo Sawo
    • Stince Clara Muyapa
  • Papua Pegunungan
    • Fransiscus Xaverius Pahabol Hisage
    • Kenny Maria Eluya
  • Papua Selatan
    • Abraham Sarau (SMA YPK Merauke)
    • Tersisia Devota Wanggimo (SMAN 2 Merauke)

     

    Proses seleksi Ketat

    Proses seleksi untuk menjadi anggota daftar nama Paskibraka Nasional 2025 sangatlah ketat dan berjenjang. Seleksi ini dirancang untuk memilih putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia yang memiliki

    • kualifikasi fisik,
    • mental, dan
    • wawasan kebangsaan yang mumpuni.

    Proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi, dan puncaknya adalah seleksi di tingkat nasional. Setiap tahapan seleksi bertujuan untuk menyaring calon Paskibraka yang paling unggul.

    Seleksi Paskibraka Nasional 2025 diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Penilaian melibatkan berbagai aspek penting, antara lain

    • tes fisik,
    • kesehatan,
    • kedisiplinan,
    • wawasan kebangsaan,
    • psikotes, hingga
    • rekam jejak digital calon peserta.

    Setelah terpilih, para calon Paskibraka menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan nasional. Untuk tahun 2025, kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Juni hingga 2 Juli 2025 di Jakarta. Selama masa karantina, mereka dibina secara intensif untuk mempersiapkan diri mengemban tugas kenegaraan.

     

    Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6