Demo Tuntut Bupati Pati Mundur Ricuh, Polisi Tangkap 11 Orang Diduga Provokator

Mereka yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan Polresta Pati. Sementara terkait identitas, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto belum mengungkap lebih jauh.

Diperbarui 13 Agustus 2025, 18:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polda Jateng tangkap 11 provokator ricuh demo tuntut Bupati Pati mundur.
  • Kericuhan pecah karena Bupati Sudewo tak temui massa, memicu pelemparan dan pembakaran.
  • Demonstran menuntut Bupati mundur, tolak 5 hari sekolah, renovasi alun-alun, dan proyek lainnya.

Liputan6.com, Jakarta- Polda Jawa Tengah menangkap 11 pengunjuk rasa dalam aksi demonstrasi menuntut Bupati Pati Sudewo untuk mundur dari jabatannya. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menyatakan, 11 orang yang ditangkap diduga merupakan provokator yang menyebabkan kericuhan dalam aksi tersebut.

"Kurang lebih ada 11 provokator anarkis tersebut yang sudah diamankan oleh kepolisian," tutur Artanto saat dikonfirmasi, Rabu (13/8/2025).

Menurutnya, mereka yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan Polresta Pati. Sementara terkait identitas, Artanto belum mengungkap lebih jauh.

"Ya, tentunya saat ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh Reserse ya, pendataan dan pemeriksaan," kata dia.

Awal Mula Kericuhan

Diketahui, aksi demonstrasi warga di Alun-Alun Kota Pati di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025), berujung ricuh. Kericuhan dimulai saat massa aksi melempari Pendopo Kabupaten Pati menggunakan air mineral. Aksi massa semakin tak terkendali saat massa yang memanas tak jua ditemui Bupati Pati Sudewo.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, satu mobil dinas Polres Grobogan dikabarkan dibakar massa. Kericuhan ini meluas. Sebelumnya, emak-emak sambil bawa anak juga ikut demo. Mereka mengira demo di Pendopo Kabupaten Pati tersebut berlangsung damai. Saat kepanikan terjadi, banyak balita dan anak-anak pingsan.

Penyebab kericuhan dimulai ketika tuntutan massa agar Bupati Pati Sudewo datang, tidak terpenuhi.

Ahmad Husen selaku inisiator dan Syaiful Ayubi sebagai orator demo Pati tersebut menyatakan bahwa Bupati Pati Sudewo perlu dilengserkan dari jabatannya karena dinilai bersikap arogan. Warga juga diajak bertahan hingga malam hari sebelum tuntutannya mendapat respons dari pemerintah.

Sementara itu, kondisi demonstran mulai memanas. Tensi emosi mereka meninggi lantaran tidak kunjung ditemui bupati.

"Kita datang 50 ribu orang bahkan lebih, tapi kenapa Sudewo pengecut tidak berani menampakan diri," kata seseorang pendemo melalui pengeras suara.

Jalannya aksi demonstrasi kemudian menjadi ricuh karena tidak ada satu pun pihak pemerintah yang menemui massa pendemo, menurut laporan awak Liputan6.com di lokasi, pagar kantor bupati roboh hingga terdengar suara letusan gas air mata.

Tuntutan Massa

Berikut 5 tuntutan massa demonstrasi di Pati:

1. Menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatan.

2. Menolak penerapan lima hari sekolah.

3. Menolak renovasi Alun-alun Pati dengan anggaran Rp2 miliar.

4. Menolak pembongkaran total Masjid Alun-alun Pati yang bersejarah.

5. Menolak proyek videotron senilai Rp1,39 miliar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6