Apes! Warga Rusun Nagrak Gigit Jari usai Rugi Ratusan Juta karena Arisan Bodong, Pelakunya Wanita Kini Kabur

Kasus arisan bodong yang dikelola seorang wanita berinisial RSP itu kini tengah ditangani polisi. Pelaku masih diburu.

Diperbarui 12 Agustus 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Warga Rusun Nagrak melaporkan RSP atas dugaan penipuan arisan bodong.
  • Total kerugian arisan bodong mencapai Rp400 juta dari belasan korban.
  • Polisi masih menyelidiki kasus penipuan arisan yang dilakukan RSP.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah warga Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusun Nagrak, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara melaporkan perempuan berinisial RSP ke polisi. Wanita itu diduga melarikan uang arisan warga dengan total kerugian senilai Rp400 juta.

"Ada laporan masuk melalui 'call center' 110 tentang penipuan dengan modus arisan bodong oleh wanita berinisial RSP dengan total kerugian mencapai Rp400 juta dan jumlah peserta 20 orang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (12/8/2025).

Awalnya Lancar, Kini Sulit Ditemui

Awalnya arisan berjalan lancar. Tetapi sekitar Juni 2025, pelaku mulai tidak menyetorkan uang hasil arisan tersebut kepada peserta hingga sampai saat ini pelaku sulit ditemui.

“Kami langsung respons dengan mendatangi ke lokasi dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi,” kata dia.

Korban dari arisan ini merupakan warga yang tinggal di Rusunawa Nagrak, Cilincing Jakarta Utara. Aksi penipuan ini dilaporkan korban berinisial LS pada Senin (11/8).

LS mulai ikut 'Arisan Gate' yang dikelola RSP sejak Desember 2023. Di tahun pertama, arisan lancar. Tetapi masalah mulai muncul pada Mei 2025 kemarin. Padahal saat itu, LS baru saja membeli paket arisan Rp6 juta, Rp10 juta dan Rp15 juta. Sejak saat itu, pembayaran mulai tak lancar.

Polisi Masih Selidiki

Pelaku RSP mendadak melakukan pembayaran arisan tersebut dengan cara dicicil hingga terbayar sebesar Rp12 juta. Namun sisanya kurang Rp19 juta belum dibayar. Bersamaan dengan itu, RSP sudah tidak bisa ditemui lagi dan sudah tidak diketahui keberadaannya.

LS mengaku mengalami kerugian sebesar Rp19 juta. Total peserta arisan yang dirugikan mencapai 13 orang dengan total kerugian kurang lebih Rp400 juta.

"Perkara ini masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," kata dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6