Pramono Anung: Taman Bendera Pusaka Bakal Jadi Solusi Atasi Banjir dan Bau di Jakarta

Gubernur Jakarta Pramono Anung bakal menata dan mengintegrasikan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjadi satu kawasan terbuka hijau bernama Taman Bendera Pusaka.

Diterbitkan 07 Agustus 2025, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung bakal menata dan mengintegrasikan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) menjadi satu kawasan terbuka hijau bernama Taman Bendera Pusaka.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan, penataan tiga taman menjadi Taman Bendera Pusaka dimaksudkan sebagai salah satu upaya penanganan banjir dan bau yang seringkali tercium dari area taman.

"Untuk membangun, menghilangkan banjir dan bau sendiri sebenarnya biaya cukup tinggi. Dan tapi ini kan harus dilakukan untuk kebaikan membangun Jakarta. Dan tamannya kita namakan Bendera Pusaka," kata Pramono di usai meresmikan Gedung MDI (MUI, DMI, IPQAH) Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025).

Menurut dia, taman dinamakan Bendera Pusaka untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Indonesia tidak dibangun dalam waktu sekejap.

"Ada proses sejarah panjang supaya generasi yang lebih muda itu bisa mengetahui. Sekaligus nanti kami akan persiapkan juga gerai atau headquarter ASEAN," ucap Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Meski ada pro dan kontra karena sejumlah pedagang masih belum bersedia pindah dari Pasar Barito yang berada tak jauh dari Taman Langsat, Pramono menyebut hal itu tak akan mengganggu proses penataan.

"Walau pun kemudian masih ada pedagang yang belum ingin untuk pindah. Tentunya tidak boleh menghambat rencana pembangunan yang ada. Dan saya konsekuen untuk itu," kata Pramono.

Ia menegaskan, penataan taman tersebut bukan untuk kepentingan pribadi atau kepentingan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dia memastikan penataan taman tersebut untuk kepentingan warga Jakarta secara umum.

"Sebenarnya pedagangnya semuanya sudah tanda tangan, sudah bersedia untuk dipindahkan. Tapi ya udah lah ini kan tetap tidak boleh kemudian pembangunannya terhenti. Tapi saya selalu mengatakan bahwa proses negosiasi itu tetap jalan," tandas Pramono.

 

Setelah 25 Tahun di Pemerintahan, Pramono Akui Jadi Gubernur Jakarta Paling Berkesan

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung blak-blakan mengakui menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah pengalaman paling berkesan selama dua dekade kariernya di pemerintahan.

Hal ini disampaikan Pramono di Acara Syukuran Buku Panggung Depan Panggung Belakang Pramono Anung Wibowo (Bang Nung): Seuntai Kata dan Rupa di Balai Kota Jakarta, Rabu 6 Agustus 2025.

"Kalau teman-teman sekalian tanya kepada saya, pada jabatan apa yang memberi kesan yang luar biasa? Saya menjawab, seketika menjadi Gubernur ini. Karena saya merasa sudah selesai dengan diri saya sendiri," kata Pramono.

Selama ini, Pramono memang dikenal selalu berada di belakang layar. Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) ini telah malang melintang di dunia pemerintahan dan politik nasional Tanah Air.

Tercatat, Pramono pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2004–2009, Sekretaris Jenderal PDIP periode 2005–2010, Anggota DPR RI sejak 1999 hingga 2014, serta Sekretaris Kabinet RI era Presiden Joko Widodo sejak 2015 hingga 2024.

 

Baru Unjuk Diri

Kendati sudah 25 tahun berada di pusat pemerintahan, Pramono menyebut baru dapat unjuk diri sendiri saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, ia bisa langsung melakulan interaksi dengan masyarakat secara dekat.

"Di Balai Kota inilah saya merasa benar-benar berada di panggung yang sesungguhnya. Langsung bersentuhan dengan masyarakat, menghadapi masalah sehari-hari kota besar, dan memberikan solusi nyata," ujarnya.

Saat masuk ke Balai Kota, Pramono merasakan bahwa jadi Gubernur DKI Jakarta adalah panggung depan dan panggung utamanya dalam perjalanan karier pemerintahan.

"Ini betul-betul menjadi panggung depan utama besar saya pertama kali, yang tidak pernah saya bayangkan selama ini," kata Pramono.

Oleh sebab itu, Pramono bertekad untuk memberikan warna yang berbeda dalam memimpin Jakarta. Dia juga bersyukur bersanding dengan Wakil Gubernur Rano Karno (Si Doel) yang disebut memiliki karakter yang tidak jauh berbeda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6