Mendagri Tito Minta Pemda di Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan Segera Kendalikan Inflasi

Arahan ini merespons laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat tingkat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) pada Juli 2025 di ketiga provinsi tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 2,37 persen.

Diperbarui 06 Agustus 2025, 17:04 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mendagri minta Pemda Papua tekan inflasi karena lebih tinggi dari angka nasional.
  • Inflasi tertinggi di Papua Selatan 5,45%, lalu Papua Pegunungan 4,15%.
  • Pemda diminta perbaiki distribusi barang dan gencarkan diversifikasi pangan lokal.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan kepada pemerintah daerah di tiga provinsi Papua, yakni Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan untuk segera mengambil langkah strategis dalam menekan laju inflasi. Hal ini merespons laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat tingkat inflasi tahunan (year-on-year/YoY) pada Juli 2025 di ketiga provinsi tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 2,37 persen.

“Kenapa tiga provinsi ini, karena ada beberapa yang perlu kita dorong, masalah-masalah yang perlu diselesaikan,” katanya saat memimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi pada Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (6/8/2025).

 

Berdasarkan data BPS pada Juli 2025, inflasi di Papua Selatan tercatat sebesar 5,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,63. Adapun Papua Pegunungan mengalami inflasi sebesar 4,15 persen dengan IHK 115,40, sementara Papua Tengah sebesar 2,89 persen dengan IHK 113,37.

“Angka yang ideal adalah 1,5 sampai 3,5 persen. Kalau di atas 3,5 itu berarti warning,” imbuhnya.

Dari sisi geografis dan demografis, Papua Tengah memiliki 8 kabupaten dengan jumlah penduduk sekitar 1,49 juta jiwa, Papua Pegunungan 8 kabupaten dengan 1,48 juta jiwa, dan Papua Selatan 4 kabupaten dengan 549 ribu jiwa. Mendagri menekankan, setiap daerah memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan guna mengendalikan inflasi.

 

Selain itu, Mendagri mendorong ketiga Pemda tersebut agar memperbaiki distribusi barang dan menggencarkan diversifikasi pangan, khususnya dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Ia juga meminta kepala daerah baik di Papua Pegunungan, Papua Tengah, maupun Papua Selatan untuk menggencarkan gerakan ini.

“Kalau bisa didorong [gerakan] pangan diversifikasi pangan itu menggunakan pangan lokal. Di antaranya talas, ubi jalar, keladi. Semua makanan [itu] sehat sebetulnya. Jauh lebih sehat daripada beras, beras gulanya tinggi ini,” tandasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Agustina Arumsari, Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Askolani, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, dan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan Wasuok Demianus Siep.

 

(*)

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6