Liputan6.com, Jakarta Diabetes melitus, penyakit yang dulu identik dengan orang lanjut usia, kini mulai mengintai kelompok yang lebih muda dan menjadi ancaman besar, khususnya bagi Jakarta.
"Itu memang menjadi ancaman di kota besar, termasuk Jakarta," kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta, Lies Dwi Oktavia di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7/2025).
Advertisement
Menurut dia, meski tak tergolong penyakit menular, menurutnya penting bagi Pemprov Jakarta berupaya menekan kasus penyakit yang juga dikenal dengan sebutan kencing manis itu agak tak melonjak naik.
Pasalnya, Lies mengutarakan penyakit tersebut kini tak hanya mengancam orang dewasa saja.
"Kalau dulu mungkin era 20-30 tahun yang lalu kita lebih sering dengar orang dengan penyakit diabetes itu di umur-umur sudah dilansia gitu ya, kalau sekarang kan di umur muda umur 30-40 sudah banyak yang menderita penyakit kencing manis, hipertensi," ungkap dia.
Karena Gaya Hidup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3103607/original/072977100_1587012141-20200416-Olahraga-Saat-Pandemi-Corona-TALLO-2.jpg)
Lies membeberkan sejumlah faktor naiknya penyakit ini, di mana salah satunya karena perubahan gaya hidup.
Dia menyebut, banyak remaja yang saat ini terjebak gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik.
"Kalau kita lihat aktivitas sehari-hari kita, bahkan mulai dari remaja itu banyak yang sudah kurang jalan, kurang olah raga. Kemudian kebanyakan aktivitas sehari-harinya duduk karena di depan komputer atau menggunakan gadget yang terlalu lama,” jelas Lies.
Dia menyebut, pola hidup minim aktivitas ini memicu risiko penyakit tidak menular. Terlebih, ditambah dengan pilihan makanan yang tinggi gula, tinggi garam, dan tinggi lemak dalam kehidupan sehari-hari.
Lies menuturkan, pencegahan harus dilakukan lebih awal lagi untuk mengubah perilaku dan gaya hidup tidak sehat, sehingga tidak jatuh ke penyakit tidak menular.
"Sehingga ini waktunya kita bergerak sama-sama untuk merubah perilaku tidak hanya pada orang yang kelompok dewasa atau lansia tapi justru kita harus mulai dari anak-anak," kata Lies.
Advertisement
62,09 Persen ASN Jakarta Alami Obesitas
Sebanyak 62,09 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) DKI Jakarta mengalami obesitas. Hasil ini didapat dari laporan skrining kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.
Program skrining kesehatan itu dilakukan pada 2024 yang diikuti oleh 9.936 ASN. Pemeriksaan ini mencakup pengukuran indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kebugaran jasmani, kadar gula darah sewaktu, hingga evaluasi kondisi kesehatan mental.
“Skrining ini bersifat promotif dan preventif. Tujuannya adalah mendeteksi risiko kesehatan sejak dini agar intervensi bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dalam keterangannya, dikutip Rabu (23/7/2025).
Lebih lanjut, dari 62,9 persen ASN DKI Jakarta yang mengalami obesitas, rincian Obesitas I sebesar 40,03 persen dan Obesitas II sebesar 22,06 persen. Ani bilang, kondisi ini menjadi perhatian serius karena berkaitan erat dengan risiko PTM seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung.
Selain kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi fokus. Berdasarkan pengukuran menggunakan alat SRQ-29 dari WHO, tercatat sekitar 15,03 persen ASN terindikasi memiliki potensi masalah kesehatan mental, mulai dari gejala emosional ringan hingga gangguan tidur.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5297820/original/004547000_1753696472-60191106-5016-4fa6-ad28-0641109eeebb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5525274/original/049838400_1773036532-IMG_7709.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3894535/original/042247000_1641302185-20220104-PPKM_DKI_Jakarta_Naik_ke_Level_2-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4175713/original/091328900_1664458434-Pemprov_DKI_Akan_Dukung_Pencabutan_Status_Pandemi_Covid-19-IQBAL_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307395/original/005249200_1785030480-Ilustrasi_lowongan_kerja-26_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715482/original/062297200_1782806788-bol2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315340/original/015809600_1785835354-68530.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314579/original/046529800_1785751473-f818a489-0fb9-4b71-869e-43aa7b9012cf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4531145/original/041979500_1691552579-Screenshot_20230809_095647_Instagram.jpg)