Ungkap Misteri Kematian Diplomat Kemlu di Indekos Menteng, Polda Gandeng Sejumlah Ahli

ADP tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban. Jenazahnya ditemukan di dalam kamar indekos di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

Diperbarui 28 Juli 2025, 11:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya), Komisaris Besar (Kombes) Ade Ary Syam Indradi, memastikan penyelidikan kasus tewasnya Arya Daru Pangayunan atau ADP (39), pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menggunakan pendekatan scientific crime investigation.

ADP tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban. Jenazahnya ditemukan di dalam kamar indekos di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

Ade Ary mengatakan, untuk mengungkap penyebab kematian ADP, pihaknya melibatkan berbagai ahli. "Jadi, untuk tercapainya pembuktian secara ilmiah, maka beberapa ahli yang dikomunikasikan dan dilibatkan dalam pengungkapan peristiwa ini," kata Ade Ary di Polda Metro Jaya, Kamis (24/7/2025).

Ahli yang dilibatkan di antaranya, tim dokter forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, yang melakukan autopsi terhadap jenazah diplomat Kemlu itu.

"Nah, dalam autopsi ini juga dilakukan pemeriksaan toksikologi, apakah dalam jenazah ini ada kandungan-kandungan zat kimia, racun, dan sebagainya," ujar Ade Ary.

"Kemudian pemeriksaan pendukung lainnya dengan mengambil beberapa sampel organ dalam korban. Itu dilakukan pemeriksaan histopatologi untuk melakukan pemeriksaan penyakit dalam," sambung dia.

Lebih lanjut, tim Inafis Polri juga turut memeriksa sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

"Itu diambil sampelnya. Kemudian pemeriksaan sidik jari ini dilakukan oleh tim Inafis Bareskrim Polri," kata Ade Ary.

Tak hanya itu, sampel DNA juga dikumpulkan dari sejumlah barang milik korban untuk uji kecocokan. Pemeriksaan mencakup analisis barang bukti elektronik yang ditemukan di lokasi, seperti laptop, handphone, CCTV.

Di sisi lain, penyelidik juga mendalami latar belakang korban. Dalam kaitan ini, penyelidik menggandeng tim ahli dari psikologi forensik.

"Tim Apsifor ini mempunyai metode pemeriksaan sendiri untuk melakukan penggalian terhadap latar belakang korban," ujar Ade.

Ade Ary menyatakan proses penyelidikan masih berjalan. Penyelidik berkomitmen akan mengungkap kasus ini secara terang benderang dan transparan.

"Sebagai wujud komitmen dari Polda Metro Jaya untuk melaksanakan tugas secara profesional dan proporsional," ucap Ade Ary.

Kondisi Terakhir Kamar Diplomat Kemlu yang Tewas dengan Kepala Terlilit Lakban

Selain itu, Ade Ary Syam Indradi menjelaskan seluruh akses masuk kamar korban terkunci dari dalam saat jenazah ditemukan.

"Itu kondisi kamar 105 ini dalam keadaan terkunci dari dalam. Ada kunci manual dari dalam, kemudian ada kunci slot terkunci dari dalam, kemudian di pintu itu ada kunci yang ketiga kunci akses yang dipegang korban," kata Ade Ary.

Selain pintu utama, jendela kamar juga ditemukan dalam kondisi tertutup dan terkunci dari dalam. Tak cuma itu, gerbang kos hingga pintu kamar menggunakan sistem pengamanan.

"Di kawasan depan itu ada kunci lagi satu yang dipegang oleh semua penghuni kos dan penjaga. Gerbang paling akhir di luar kos-kosan adalah kunci gembok yang ada gemboknya dipegang oleh korban," ucap Ade Ary.

Dalam kasus kematian diplomat Kemlu itu, pihak kepolisian telah mengumpulkan bukti dan memeriksa beberapa orang saksi, termasuk penjaga kos dan salah satu penghuni kamar lain yang pertama kali membuka kamar korban.

"Sampai dengan saat ini, tim penyelidik telah melakukan klarifikasi pengambilan keterangan dalam tahap penyelidikan, setidaknya ada 15 orang. Itu dari lingkungan kos-kosan, kemudian dari tempat kerja korban, dari keluarga korban, kemudian dari pihak-pihak yang terakhir berkomunikasi dengan korban," ucap Ade Ary.

Dia menyatakan, pihak kepolisian sampai saat ini tak menemukan hambatan dalam melakukan penyelidikan. Menurut dia, lamanya proses ini karena penyelidik mengedepankan pendekatan scientific crime investigation.

"Maka penyelidik melakukan pemeriksaan dan kerja sama dengan beberapa ahli. Ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya dalam mengungkap peristiwa agar akuntabel, agar profesional, proporsional, dan nanti hasil akhirnya akan dijelaskan secara transparan. Saat ini masih berproses," ucap Ade Ary.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6