Kak Seto Apresiasi Kementerian Imipas Atas Remisi dan Kepedulian Pendidikan Anak di LPKA

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto mengapresiasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).

Diperbarui 23 Juli 2025, 08:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kak Seto apresiasi Menkumham atas perhatian pada pendidikan anak di LPKA.
  • Remisi Hari Anak Nasional 2025 jadi 'angin segar' bagi anak LPKA.
  • Pendidikan formal dan kejar paket jadi fokus utama di LPKA.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto mengapresiasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, atas perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). 

Apresiasi Kak Seto kepada Menteri Agus itu, termasuk pemberian remisi kepada anak-anak di LPKA sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2025.

"Semoga hal ini dapat menjadi angin segar bagi anak-anak di LPKA dan juga merupakan hadiah dalam rangka hari anak nasional 2025," kata Kak Seto di Jakarta, Selasa, (22/7/2025).

Hari Anak Nasional 2025 diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tahun ini mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” dengan tagline inspiratif “Anak Indonesia Bersaudara.” Tema ini menegaskan pentingnya menciptakan generasi anak yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya dalam rangka menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia di tahun 2045.

Sebelumnya, Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa anak-anak yang berada di dalam LPKA merupakan bagian tak terpisahkan dari generasi emas bangsa.

"Jangan lupakan anak-anak yang saat ini terpaksa ada di dalam lembaga pembinaan. Memang ini tugas kami, tetapi ini juga tanggung jawab kita semua. Kami mengajak semua pihak untuk turut mendidik mereka, karena mereka adalah bagian penting dari generasi negara kita tercinta, Indonesia,” ujar Agus dalam keterangannya.

Menteri Agus menekankan bahwa pendidikan menjadi fokus utama bagi anak-anak di LPKA, baik dalam bentuk pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA, maupun program kejar Paket A, B, dan C. 

Ia menambahkan banyak dari lulusan LPKA berhasil melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi, bahkan sukses meniti karier setelah bebas.

“Untuk anak, kami lebih menitikberatkan kepada pendidikan. Mereka tetap bersekolah selama di LPKA. Banyak yang sukses dan bangkit kembali, karena mereka punya bekal ijazah dan pembinaan yang baik,” tambahnya.

Tak hanya Kak Seto, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Abdul Kohar Ruslan, turut memberikan apresiasi atas langkah progresif Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 "Anak-anak ini adalah bagian dari masa depan bangsa. Pendekatan pembinaan yang berbasis pendidikan adalah bentuk nyata dari keadilan restoratif yang berpihak pada masa depan anak,” kata Abdul Kohar.

Lebih lanjut Kohar mengatakan PB PII mendorong kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, masyarakat sipil, hingga organisasi kepemudaan dan pelajar, untuk turut serta dalam mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial anak-anak di LPKA.

 

(*)

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6