Pesan Abraham Liyanto di Media Gathering MPR RI, Media Jembatani Isu Pengelolaan SDA dan Pembangunan Berkelanjutan

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ir. Abraham Liyanto, menegaskan bahwa media memiliki peranan vital dalam menyampaikan pesan edukatif kepada publik.

Diperbarui 12 Juli 2025, 10:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Wakil rakyat dan insan media berkumpul dalam Media Gathering MPR RI Tahun 2025 yang berlangsung di Aruna Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini menjadi ruang penting dalam menguatkan sinergi antara lembaga legislatif dan media dalam mengangkat isu-isu strategis, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ir. Abraham Liyanto, menegaskan bahwa media memiliki peranan vital dalam menyampaikan pesan edukatif kepada publik. Media dianggap mampu menjadi penghubung antara persoalan lingkungan dengan kesadaran masyarakat yang lebih luas.

"Melalui informasi dan edukasi yang tepat, media massa dapat memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sehingga media massa menjadi jembatan dalam menghubungkan isu-isu terkait pengelolaan sumber daya alam dengan pembangunan berkelanjutan," ujar Abraham Liyanto saat membuka acara.

Acara yang mengusung tema "Penguatan Tata Kelola Sumber Daya Alam Melalui Publikasi Media Dalam Mendukung Pembangunan Daerah" ini dihadiri berbagai pihak, antara lain Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal, Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah, anggota MPR I Dewa Gde Agung, staf khusus Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Usman Kasong, serta perwakilan biro humas MPR dan DPD. Sebanyak 90 jurnalis dari media cetak, daring, dan elektronik juga turut hadir.

Pengelolaan SDA Bertujuan untuk Kemakmuran Rakyat

Membacakan sambutan Ketua MPR, Abraham menyebutkan pengelolaan sumber daya alam yang dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat harus tetap memperhatikan kelestarian dan fungsi lingkungan hidup. Pengelolaan sumber daya alam memiliki peran ganda, yaitu sebagai modal pertumbuhan ekonomi dan sekaligus penopang sistem kehidupan.

Menurut Abraham, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia berperan penting dalam perekonomian nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendukung pembangunan negara.

"Pengelolaan sumber daya alam di Indonesia diatur di dalam UUD NRI Tahun 1945 dalam Pasal 33  ayat 3, yaitu bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," jelas Senator dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Namun, Indonesia memiliki tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sumber daya alam daya mineral seperti emas, batubara, nikel, minyak bumi, bila dikelola dengan baik dapat mendukung pembangunan nasional.

"Namun aktivitas penambangan sumber daya mineral ini dapat membawa banyak sekali dampak buruk yang sangat signifikan terhadap lingkungan masyarakat di sekitarnya. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab dan pengelolaan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi berkelanjutan seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan seperti deforestasi dan pencemaran air serta punahnya keanekaragaman hayati. Juga konflik antara manusia," terang Abraham.

Pentingnya Peran Media Membangun Kesadaran Masyarakat

Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan memunculkan fenomena seperti menurun drastisnya populasi gajah, harimau, orang utan, karena semakin sempit wilayah habitatnya, dan konflik antar manusia. Isu-isu ini perlu diangkat agar menjadi perhatian kita semua.

Dalam kaitan itu, Abraham menegaskan media memiliki peran sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Media bisa menyampaikan informasi edukasi dan pesan-pesan inspiratif yang mendorong aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Terkait Media Gathering MPR ini, Abraham berharap Media Gathering MPR ini semakin mempererat tali silaturahmi antara Pimpinan MPR, anggota MPR, dan para insan pers sebagai partner dalam mengkomunikasikan kerja-kerja politik dari lembaga di parlemen, di dalamnya MPR, DPR, dan DPD.

Sementara itu Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan penghormatan atas kehadiran media dalam Media Gathering MPR RI di NTB. "Bagi pemerintah Provinsi NTB, ini penghormatan besar menerima kehadiran teman-teman media dalam Media Gathering ini. NTB sudah banyak dikenal tapi perlu lebih banyak dikenal lagi," katanya.

Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan NTB memiliki potensi yang sangat besar. Masih banyak potensi NTB yang belum dimanfaatkan. "Pulau Sumbawa bukan hanya memiliki alam yang indah, tetapi juga memiliki cadangan emas terbesar di Indonesia," ujarnya memberi contoh.

Potensi lainnya adalah udang vaname. Secara nasional, kontribusi udang vaname dari NTB sebesar 20 persen. Di selatan Pulau Lombok ada potensi ikan laut dalam seperti cakalang dan ikan tuna. Kemudian potensi jagung dan beras. Produksi jagung NTB tahun lalu 1,2 juta ton, tahun ini diperkirakan 1,5 juta ton. Produksi beras NTB tahun lalu 1,1 juta ton, tahun ini diperkirakan 1,3 juta ton. "Kami banyak sekali mendapat dukungan dari pemerintah untuk ketahanan pangan," kata Gubernur.

Tak kalah penting adalah menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia. "Dengan dukungan dan suport dari media untuk ikut memperkenalkan NTB ke dunia luar setidak-tidaknya kepada publik di Indonesia, kami akan bangkit bersama-sama untuk membuat NTB lebih makmur dan lebih mendunia," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6