Dari Langit ke Dapur, Marsekal Madya TNI Samsul Rizal Siap Kawal Program MBG

Sebagai Wakil Ketua Penyelenggara SPPI, Samsul memastikan dirinya tidak hanya memimpin dari balik meja, tetapi terjun melayani langsung ke masyarakat.

Jadi intinya...
  • Samsul Rizal fokus pada program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
  • Ia mengawal 30 ribu tenaga SPPI untuk pelayanan gizi nasional.
  • Samsul terjun langsung, pastikan program sinergi efektif.

Liputan6.com, Jakarta - Marsekal Madya TNI Samsul Rizal berkomitmen penuh untuk fokus program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikerjakan pemerintah. Diketahui, pilot jet tempur itu kini bertugas untuk mengawal proyek besar pengaderan 30 ribu tenaga SPPI (Sanitarian, Pangan, Pertanian, dan Gizi Indonesia) yang disiapkan untuk memenuhi target pelayanan gizi nasional.

“Dari langit ke dapur, tapi prinsipnya sama: pengabdian untuk bangsa,” kata Samsul di sela rangkaian kegiatan di Kuningan dan Cirebon Jawa Barat, seperti dikutip Rabu (9/7/2025).

Pria yang berpengalaman menjadi pilot F-5 Tiger, Samsul Rizal kini memiliki julukan baru yakni "Jenderal Dapur" karena dedikasinya mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia Makmur.

Sebagai Wakil Ketua Penyelenggara SPPI, Samsul memastikan dirinya tidak hanya memimpin dari balik meja, tetapi terjun melayani langsung ke masyarakat.

"Berkolaborasi dengan pesantren, sekolah, akademisi, dan pelaku usaha daerah untuk memastikan sinergi program berjalan efektif," jelas Samsul.

 

Kawal Langsung

Samsul mengaku, dirinya tak hanya menggagas, tapi juga mengawal langsung memastikan setiap hidangan bergizi sampai ke tangan anak-anak di sekolah, santri di pesantren, hingga warga di pelosok.

“Kalau dulu saya membela negara dari udara, sekarang saya membela dari dapur. Esensinya tetap sama: untuk Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera,” jelas dia.

Samsul menyatakan, dirinya sudah terbiasa mengambil keputusan dalam hitungan detik. Dia pun menyusun skenario tempur yang kompleks, memimpin misi udara dengan hingga 40 pesawat terlibat.

"Ketelitian dan kecepatan kini menyusun strategi nasional peningkatan gizi, pengentasan stunting, dan pemberdayaan SDM lokal," janji dia.

Samsul meyakini, keberhasilan program MBG akan sangat bergantung pada komitmen moral dan profesionalisme para pelaksana.

"Program ini bukan sekadar proyek, tapi amanah besar yang menyangkut masa depan generasi penerus. Maka, tidak boleh ada ruang untuk perilaku menyimpang. Kita semua harus berdiri tegak lurus, bekerja sepenuh hati, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya," dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6