Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu terobosan pemberdayaan paling berdampak. Menurutnya, program tersebut mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan cepat.
Menteri yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan, MBG turut mengubah cara kerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih berorientasi pada penyerapan tenaga kerja dan penciptaan ekosistem ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
"BGN ini mengubah cara kerja APBN agar mempercepat penyerapan tenaga kerja, alhamdulillah 1,3 juta warga miskin langsung bekerja di BGN. Ini terserap dalam waktu yang sangat cepat," ujar Cak Imin usai menghadiri Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026 di Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Advertisement
Laporan kinerja dua tahun Kemenko PM mencatat, ekosistem Badan Gizi Nasional (BGN) melalui program MBG telah menyerap 1,3 juta tenaga kerja dan melibatkan 148,5 ribu pemasok dalam rantai pasoknya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 63,1 ribu pemasok merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), atau sekitar 42,5% dari total pemasok.
Menurut Cak Imin, keterlibatan pelaku usaha dan penyerapan tenaga kerja dalam waktu singkat menunjukkan efektivitas belanja negara yang produktif. Ia menyebut, puluhan hingga ratusan ribu pelaku usaha baru masuk ke dalam rantai pasok program pemenuhan gizi tersebut.
"Ini artinya investasi, pengusaha baru, dan ekosistem ekonomi terbangun dalam waktu yang sangat cepat. Itu yang disebut kerja APBN," tegasnya.
Saat ditanya mengenai evaluasi dua tahun pemerintahan, termasuk program pemberdayaan yang paling berdampak dan yang masih perlu ditingkatkan, Cak Imin membagi program pemberdayaan ke dalam tiga kategori. Ketiganya yakni program berbasis APBN, inisiatif masyarakat, dan kolaborasi berbagai pihak.
"Jadi ada tiga kan, satu yang berbasis APBN, yang kedua inisiatif masyarakat, yang ketiga kolaborasi berbagai pihak," jelas Cak Imin.
Untuk kategori program berbasis APBN, Cak Imin menyebut BGN sebagai program dengan capaian terbaik karena dinilai mampu membangun ekosistem ekonomi dalam waktu singkat.
"Yang APBN, yang terbaik adalah BGN. Membangun ekosistem ekonomi dalam waktu yang sangat cepat. 148 ribu pengusaha baru lahir. 1,3 juta orang miskin menjadi pekerja. Cara kerja APBN yang jempol itu seperti itu," tambahnya.
Â
Kekurangan Program Pemberdayaan
Meski demikian, Cak Imin mengakui masih terdapat kelemahan mendasar, terutama dalam alokasi anggaran pemerintah pusat.
Dia meminta Kementerian Keuangan serta kementerian dan lembaga yang mengelola APBN untuk memprioritaskan anggaran pemberdayaan masyarakat.
"Lemahnya yang pertama yang per APBN, saya minta kepada Menteri Keuangan, saya minta kepada lembaga dan kementerian yang memegang kendali APBN jangan lagi mencoret anggaran pemberdayaan. Karena anggaran pemberdayaan itu biasanya anak tiri. Jangan meletakkan anggaran pemberdayaan sebagai anak tiri, tapi menjadi anak utama, arus utama APBN kita harus pemberdayaan," ungkap Cak Imin.
Selain program berbasis APBN, Cak Imin menyoroti pemberdayaan melalui inisiatif masyarakat. Ia mencontohkan pesantren yang selama ini mandiri menampung dan mendidik anak-anak dari keluarga miskin, serta inisiatif sektor swasta, seperti SMK di kawasan industri MM2100, Bekasi, yang menyiapkan lulusan agar dapat langsung terserap industri.
Adapun pada kategori kolaborasi, pemerintah menggandeng lembaga amil zakat, organisasi filantropi, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN untuk menjalankan program pemberdayaan secara terpadu.
Kemenko PM menyatakan akan terus mendorong berbagai bentuk pemberdayaan tersebut sebagai upaya mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475259/original/069032500_1687331408-cek_fakta_bohir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502785/original/075044200_1771042664-alat_pertanian_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383132/original/088044500_1793074246-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543929/original/014371000_1775039700-foto_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295138/original/014802100_1783915653-mbg5.jpg)