Dua Kloter Tertunda Terbang Imbas Perang Iran Vs Israel, Dirjen PHU Pastikan Jemaah Haji Indonesia Aman

Eskalasi perang Iran dengan Israel berdampak pada dua kloter jemaah haji asal Surabaya tertunda penerbangannya karena alasan keamanan jalur udara.

Diterbitkan 25 Juni 2025, 08:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 2 kloter Surabaya tertunda karena perang Iran vs Israel.
  • Jemaah aman di hotel Jeddah, menunggu jadwal penerbangan.
  • Pemulangan tetap normal via rute aman, 100 ribu jemaah.

Liputan6.com, Jakarta Eskalasi perang Iran vs Israel berdampak pada dua kloter jemaah haji asal Surabaya tertunda penerbangannya karena alasan keamanan jalur udara.

Namun, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, memastikan seluruh jemaah haji Indonesia aman dan kini menanti jadwal penerbangan berikutnya dari hotel di Jeddah.

"Insyaallah kita terus melakukan pendorongan jemaah sesuai dengan program yang kita desain. Sebagian sudah tiba di Bandara Jeddah untuk kembali ke Indonesia, sementara sebagian lainnya masih berada di Madinah dan akan tinggal sekitar sembilan hari ke depan sebelum dijadwalkan pulang," kata Hilman dalam keterangan resmi, Rabu (25/6/2025).

Hilman menjelaskan, dua kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB 43 dan SUB 44), masing-masing berjumlah sekitar 380 jemaah. Atas pertimbangan keamanan, maskapai Saudia Airlines memutuskan untuk menunda keberangkatan kedua kloter tersebut.

"Alhamdulillah, jemaahnya sudah ditempatkan dengan aman di hotel-hotel di Jeddah sambil menunggu kabar selanjutnya dari maskapai. Hingga kini belum ada jadwal terbaru, tapi insyaallah akan segera diberangkatkan setelah rotasi pesawat memungkinkan," jelas Hilman.

Meski dua kloter mengalami penundaan, pemulangan jemaah haji secara keseluruhan tetap berjalan normal. Hilman menyebut, sebagian besar maskapai yang digunakan jemaah Indonesia melalui rute aman seperti wilayah udara Oman.

Oleh karena itu, penerbangan kloter-kloter lainnya masih berlangsung sesuai jadwal.

"Koordinasi terus kita lakukan dengan KJRI, KBRI, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, serta para penyedia layanan (syarikah). Kami juga sedang mempersiapkan fase pemulangan dari Madinah yang akan dimulai pada 26 Juni," jelasnya.

100 Ribu Jemaah Haji Indonesia Masih Berada di Arab Saudi

Hilman menyampaikan, fase pemulangan ini merupakan fase tersibuk, mengingat lebih dari 100 ribu jemaah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Setiap hari, terdapat sekitar 4.000 hingga 7.000 jemaah yang dijadwalkan kembali ke tanah air.

"Kami terus memantau perkembangan secara ketat dan berupaya memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar. Mohon doa dari masyarakat Indonesia agar pemulangan ini tidak mengalami hambatan yang berarti," ujar Hilman.

Terkait dengan jemaah haji Indonesia di Madinah, Hilman berpesan agar mereka tetap menjaga diri, menjaga kesehatan, dan mengikuti program ibadah yang telah disiapkan, seperti salat di Masjid Nabawi, berziarah ke Raudhah.

 

Reporter: Alma Fikhasari

Sumber: Merdeka.com

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6