KSP dan Kemensos Tinjau Revitalisasi Sekolah Rakyat di Bekasi: Ini Wujud Nyata Pemerintah

Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau progres revitalisasi Sekolah Rakyat di Sentra Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (3/6/2025).

Diperbarui 03 Juni 2025, 17:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau progres revitalisasi Sekolah Rakyat di Sentra Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (3/6/2025).

Peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kesiapan fasilitas pendidikan dan kesejahteraan bagi masyarakat kurang mampu.

"Kami dari Kantor Staf Presiden memiliki tugas untuk memonitor, mengevaluasi, dan debottlenecking kendala dari program-program prioritas nasional. Salah satunya adalah program Sekolah Rakyat yang menjadi amanat Kementerian Sosial," kata Qodari dari keterangannya, Selasa (3/6/2025).

Qodari menegaskan, kunjungan lapangan ini penting untuk memastikan agar konsep yang dirancang di tingkat pusat dapat terimplementasi secara konkret di lapangan. Ia pun menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi fasilitas di Sentra Pangudi Luhur yang dinilai bersih, tertata, dan lengkap.

 

"Sentra ini menjadi pusat layanan Kementerian Sosial pada berbagai macam kelompok yang kurang beruntung, jadi pertama-tama bahwa ini adalah wujud nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap warganya yang kurang beruntung. Bentuk dari kehadiran negara bagi orang-orang yang kurang mampu, yang tersisihkan yang ditangani oleh Kemensos," jelas dia.

Selama kunjungan, rombongan meninjau berbagai fasilitas mulai dari asrama siswa, ruang kelas, laboratorium, klinik, lapangan olahraga, hingga fasilitas pendukung lainnya.

 

 

Optimis

Menurut Qodari, Sekolah Rakyat di Sentra Pangudi Luhur memiliki konsep ideal dengan fasilitas memadai yang menunjang proses belajar mengajar secara holistik, termasuk penguatan karakter dan keterampilan siswa.

"Sekolah Rakyat ini tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan. Saya kira pilihan Presiden memberikan amanah ini kepada Kemensos sudah sangat tepat, mengingat fasilitas yang memadai dan kesiapan yang baik," jelas dia.

Qodari optimistis bahwa melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga, Sekolah Rakyat bisa menjadi contoh sinergi lintas sektor dalam pemerintahan Presiden Prabowo.

Ia menambahkan, revitalisasi Sentra Pangudi Luhur membuktikan bahwa negara benar-benar hadir untuk membela hak-hak rakyat kecil.

"Kami di KSP akan terus memonitor, memberi masukan, dan membantu menyelesaikan hambatan yang mungkin muncul. Sejauh ini, perencanaan yang saya lihat di sini sudah sangat rasional dan progresnya juga terlihat nyata," jelas dia.

 

Target Nasional

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menambahkan bahwa revitalisasi Sentra Pangudi Luhur merupakan bagian dari target nasional membuka 100 Sekolah Rakyat pada tahun 2025.

Diharapkan, seluruhnya sudah bisa menerima siswa dan memulai proses belajar mengajar pada Juli mendatang.

"Presiden memerintahkan tahun ini membuka 100 Sekolah Rakyat. Kami tidak mungkin memulai dari nol, sehingga kami memanfaatkan aset-aset Kemensos yang direvitalisasi, seperti ruang kelas yang diperbaiki, asrama, dan fasilitas pendukung lainnya," kata dia.

Untuk Sentra Pangudi Luhur sendiri, direncanakan akan dibuka 9 rombongan belajar setingkat SMA dengan total 180 siswa. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Pak Presiden menginginkan siswa Sekolah Rakyat ini memiliki ilmu, karakter kebangsaan dan keagamaan, serta keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Ini adalah upaya memutus rantai kemiskinan di Indonesia," jelas Agus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6