5 Pernyataan Wapres Gibran Rakabuming Raka Terkait Hilirisasi

Belum lama ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merilis video terbarunya terkait hilirisasi.

Diterbitkan 28 April 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merilis video terbarunya terkait hilirisasi. Dalam video tersebut, Wapres Gibran menyebut, Indonesia adalah negara yang kaya, namun sebatas kaya saja nyatanya tidaklah cukup.

"Kita tentu sangat bersyukur Indonesia dianugrahi sumber daya alam yang luar biasa. Indonesia punya cadangan nikel terbesar di dunia. Cadangan timah kita terbesar kedua di dunia," kata Wapres Gibran seperti dikutip dari channel youtube pribadinya, gibrantv seperti dikurip Sabtu 26 April 2025.

"Kita juga penghasil rumput laut terbesar kedua dunia, serta masih banyak lagi. Tapi nyatanya sekedar kaya saja ternyata tidak cukup," sambung dia.

Gibran menyatakan, hal tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia dalam mengolah kekayaan alam. Tujuannya, kata dia, agar punya nilai tambah maksimal bagi masyarakat.

"Coba bayangkan Indonesia sempat menjadi eksportir biji bauksit terbesar ketiga dunia. Sayangnya Indonesia hanya menempati urutan ke 31 sebagai pengekspor panel surya. Padahal ketika bauksit diolah menjadi panel surya nilainya bertambah 194 kali lipat. Besar sekali," ungkap Gibran.

Selain itu, Gibran menegaskan, kebijakan hilirisasi penting dilakukan dan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Bahwa bumi, dan air, dan kekayaan alam yang tergandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Ini adalah arah yang saat ini sedang Indonesia tempuh dan Bapak Presiden Prabowo secara tegas menyampaikan bahwa hilirisasi itu kunci kemakmuran dan harus dilakukan di semua komoditas unggulan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Gibran.

Berikut sederet pernyataan Wapres Gibran Rakabuming Raka terkait hilirisasi dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Sebut Sekedar Kaya Saja Tidak Cukup

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merilis video terbarunya, terkait hilirisasi. Dia menegaskan, Indonesia adalah negara yang kaya namun sebatas kaya saja nyatanya tidaklah cukup.

"Kita tentu sangat bersyukur Indonesia dianugrahi sumber daya alam yang luar biasa. Indonesia punya cadangan nikel terbesar di dunia. Cadangan timah kita terbesar kedua di dunia," kata Wapres Gibran seperti dikutip dari channel youtube pribadinya, gibrantv seperti dikurip Sabtu 26 April 2025.

"Kita juga penghasil rumput laut terbesar kedua dunia, serta masih banyak lagi. Tapi nyatanya sekedar kaya saja ternyata tidak cukup," sambung dia.

Gibran menyatakan, hal tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia dalam mengolah kekayaan alam. Tujuannya, agar punya nilai tambah maksimal bagi masyarakat.

"Coba bayangkan Indonesia sempat menjadi eksportir biji bauksit terbesar ketiga dunia. Sayangnya Indonesia hanya menempati urutan ke 31 sebagai pengekspor panel surya. Padahal ketika bauksit diolah menjadi panel surya nilainya bertambah 194 kali lipat. Besar sekali," ungkap Gibran.

 

2. Ingatkan Hilirisasi Tak Melulu Minerba atau Batubara

Namun Gibran mencatat, hilirisasi tidak melulu hanya soal batubara atau minerba. Hilirisasi bisa dilakukan di sektor lain. Pertanian, kelautan, perkebunan, bahkan digital.

"Jadi inti dari hilirisasi adalah pengolahan yang menghasilkan nilai tambah. Sehingga selain mendapatkan keuntungan dari harga jual, dengan melakukan pengolahan kita juga bisa membuka lapangan kerja, memberdayakan UMKM, mengeliatkan ekonomi, dan mendapatkan pemasukan negara dari pacak, royalti, PNPB, dividen, maupun bea ekspor," dorong Gibran.

Gibran ingin hal yang dilakukan negara-negara lain, bahkan oleh negara yang tidak memiliki sumber daya alam sekali pun bisa dilakukan oleh Indonesia.

"Mereka mengimpor bahan mentah, diolah, kemudian diekspor lagi, termasuk ke negara asal sumber daya alam itu sendiri. Lalu nilai tambahnya kemana? Uangnya yang dapat siapa? Lapangan kerjanya siapa yang menikmati? Ya negara yang mengolah itu," papar Gibran.

 

3. Tegaskan Hilirisasi Kunci Kemakmuran

Lalu, Wapres Gibran menegaskan, kebijakan hilirisasi penting dilakukan dan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Bahwa bumi, dan air, dan kekayaan alam yang tergandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Ini adalah arah yang saat ini sedang Indonesia tempuh dan Bapak Presiden Prabowo secara tegas menyampaikan bahwa hilirisasi itu kunci kemakmuran dan harus dilakukan di semua komoditas unggulan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Gibran.

Gibran lalu mengutip pernyataan Prabowo yang bersyukur Indonesia mempunyai sumber alam yang sangat besar. Karenanya, Indonesia tidak boleh ragu-ragu memanfaatkannya sebaik-baiknya. Hilirisasi kunci daripada kemakmuran.

"Segera inventarisir proyek-proyek penting dalam program hilirisasi kita. Proyek-proyek yang vital segera dirumuskan. bikin daftar dan kita segera untuk mencari dana sehingga kita bisa mulai hilirisasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Prabowo dalam cuplikan video tersebut.

Gibran menyatakan, saat ini pemerintah sudah memetakan 28 komoditas unggulan yang potensinya bisa mencapai lebih dari Rp 13.000 triliun di tahun 2040. Karenanya, Satgas percepatan hilirisasi juga dibentuk tahun ini dan investasi juga terus digencarkan.

Gibran pun mendorong, percepatan hilirisasi dengan diimbangi dengan peningkatan skill angkatan kerja. Karenanya, Indonesia butuh banyak anak bangsa yang ahli dan terampil di bidang sains, teknologi, engineering, matematika, AI untuk mengisi posisi strategis dalam hilirisasi.

"Di 2024 realisasi investasi untuk hilirisasi mencapai Rp 407 triliun, hampir seperempat dari total investasi nasional. Karena untuk mewujudkan hilirisasi kita butuh investasi dan teknologi," dorong Gibran.

"Oleh sebab itu, pendidikan dan vokasi terus kita kembangkan. Apalagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, sehingga ini semua akan jadi langkah besar dalam membuka lapangan kerja," imbuhnya menandasi.

 

4. Sebut Hilirisasi Bukan Cuma Membangun Pabrik dan Milik Pengusaha Elit

Selain itu, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyatakan, hilirisasi bukan cuma soal membangun pabrik dan bukan cuma milik pengusaha elit. Menurut dia, hilirisasi adalah soal keadilan dan masa depan.

"Karena hilirisasi yang ingin kita lakukan adalah hilirisasi yang berkeadilan, yang melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, masyarakat, dan tentunya anak muda," kata Gibran.

Gibran percaya, jika hilirisasi berhasil, petani akan mendapatkan harga yang lebih baik, tidak takut harga anjlok saat panen karena industri pengolahan siap menampung. Selain itu, geliat UMKM bisa lebih maju karena dikerjasamakan dengan industri pengolahan yang lebih besar.

"Ekonomi sekitar jadi lebih menggeliat karena lapangan kerja terbuka, tenaga kerja terserap, sehingga daya beli meningkat," yakin putra sulung Joko Widodo ini.

 

5. Optimistis dengan Hilirisasi

Gibran pun optimis, dengan hilirisasi nantinya daerah juga memiliki sumber pendapatan baru yang bisa digunakan untuk membangun jalan, memperbaiki fasilitas kesehatan, dan lain-lain.

Dengan segudang hal baik, Gibran mengamini banyak tantangan yang harus dihadapi. Sebab sebuah perubahan pasti membutuhkan kalibrasi.

"Dengan optimisme, kerja keras, lompatan kecil dari masing-masing kita, suatu saat akan menjadi langkah besar bersama yang membawa kemajuan bagi bangsa," Gibran menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6