Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Selasa (12/8/2026). Investor masih menimbang sinyal kemajuan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan keraguan bahwa Amerika Serikat dan Iran mampu mencapai penyelesaian konflik yang lebih luas.
Kontrak berjangka saham Wall Street bergerak nyaris tidak berubah pada perdagangan semalam. Dow Jones Industrial Average futures turun 37 poin, sementara S&P 500 futures melemah tipis dan Nasdaq 100 futures bergerak mendatar.
Di kawasan Asia, mengutip CNBC, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong menguat tipis dibandingkan penutupan terakhir indeks di level 25.937,49. Kontrak berjangka S&P/ASX 200 Australia juga relatif stabil, sedangkan pasar saham Jepang ditutup karena hari libur.
Advertisement
Pergerakan tersebut terjadi setelah S&P 500 menutup perdagangan Senin hampir tidak berubah. Ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah masih membayangi sentimen pasar global.
Iran menyatakan semakin dekat dengan kesepakatan bersama Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Teheran tetap menolak negosiasi langsung dengan Amerika Serikat sebelum sejumlah persyaratan dipenuhi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan belum ada kemungkinan pembicaraan dimulai kembali selama AS masih melanggar nota kesepahaman yang disepakati pada Juni dan belum memberikan kompensasi atas pelanggaran tersebut.
Â
Harga Minyak Melonjak, Investor Tunggu Data Inflasi AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694575/original/019523900_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP2.jpg)
Ketidakpastian konflik Timur Tengah mendorong kenaikan tajam harga minyak dunia pada perdagangan Senin.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,1 persen dan ditutup di US$ 82,13 per barel, sedangkan Brent crude naik 5 persen menjadi US$ 87,72 per barel.
Lonjakan harga minyak memunculkan kembali kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Investor kini menanti serangkaian data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, yakni Consumer Price Index (CPI) Juli pada Rabu dan Producer Price Index (PPI) pada Kamis.
Data tersebut dipandang penting setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lemah membuat prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi lebih rumit.
Di satu sisi, kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi tetap tinggi. Namun di sisi lain, perlambatan perekrutan tenaga kerja menimbulkan pertanyaan mengenai kekuatan belanja konsumen dan kondisi ekonomi AS secara keseluruhan.
Pasar sebelumnya mendapat sentimen positif setelah laporan tenaga kerja Juli menunjukkan kontraksi tak terduga pada nonfarm payrolls, sehingga meningkatkan harapan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih lama.
Menurut alat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September kini sekitar 50 persen, turun dari 67 persen sepekan sebelumnya.
Â
Advertisement
Bursa Korea Selatan Melemah, Australia Menguat Tipis
Di awal perdagangan Selasa, pasar saham Asia menunjukkan pergerakan yang beragam.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,76 persen, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 1,4 persen.
Sebaliknya, indeks acuan S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,15 persen. Pasar Jepang tetap tutup karena hari libur nasional.
Kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.966, sedikit di atas penutupan sebelumnya di 25.937,49, menandakan potensi pembukaan yang lebih positif bagi pasar Hong Kong.
Sementara itu, kontrak berjangka S&P/ASX 200 diperdagangkan di sekitar 9.178, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan indeks di 9.232,6.
Kondisi ini menunjukkan investor Asia masih bersikap hati-hati. Harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mulai memudar, sementara risiko gangguan aliran energi melalui Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama pasar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755472/original/086144900_1778657370-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757392/original/058197000_1778659883-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299236/original/023311700_1784203079-Chief_Investment_Officer__CIO__Danantara__Pandu_Sjahrir-16_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320543/original/033996100_1786354506-WhatsApp_Image_2026-08-10_at_2.49.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319976/original/022441200_1786330468-IMG_6352.jpg)