Cuaca Indonesia Hari Ini Jumat 18 April 2025: Mayoritas Cerah dan Berawan

Langit sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat pagi (18/4/2025) diprediksi cerah, cerah berawan, dan berawan. Namun ada juga beberapa wilayah yang turun hujan dengan intensitas ringan. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Diterbitkan 18 April 2025, 07:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Langit sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat (18/4/2025) pagi diprediksi cerah, cerah berawan, dan berawan. Namun ada juga beberapa wilayah yang turun hujan dengan intensitas ringan, yaitu Denpasar. Seperti itulah prakiraan cuaca Indonesia hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, cuaca di sebagian besar kota-kota Indonesia pada siang hari nanti diprakirakan bakal berawan, di antaranya Serang, Yogyakarta, Gorontalo, Semarang, Surabaya dan Pontianak.

Namun tak sedikit kota-kota besar di Indonesia yang diguyur hujan dengan intensitas sedang pada siang nanti, seperti Denpasar, Bengkulu, Jakarta Pusat, Jambi, Bandung, dan Palangkaraya.

Selanjutnya, malam hari nanti, cuaca Indonesia sebagian besar diprediksi berawan, cerah berawan, cerah, petir dan turun hujan berintensitas ringan di beberapa wilayah.

Berikut informasi prakiraan cuaca Indonesia selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Banda Aceh  Berawan  Cerah  Cerah Berawan
 Denpasar  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Serang  Berawan  Berawan  Berawan
 Bengkulu  Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Yogyakarta   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat   Berawan  Hujan Ringan  Petir
 Gorontalo   Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Jambi   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Bandung   Berawan  Hujan Ringan  Petir
 Semarang   Berawan  Berawan  Berawan
 Surabaya   Berawan  Berawan  Berawan
 Pontianak   Hujan Ringan  Berawan  Berawan
 Banjarmasin   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Palangkaraya  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Samarinda  Hujan Ringan  Berawan  Berawan
 Tarakan   Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Pangkal Pinang  Hujan Ringan  Hujan Petir  Cerah Berawan
 Tanjung Pinang   Hujan Ringan  Berawan  Berawan
 Bandar Lampung  Berawan  Berawan  Petir
 Ambon   Cerah Berawan  Berawan  Cerah Berawan
 Ternate   Berawan  Berawan  Berawan
 Mataram   Berawan  Cerah  Berawan
 Kupang   Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Kota Jayapura  Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Manokwari   Cerah  Berawan  Cerah Berawan
 Pekanbaru   Cerah Berawan   Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Mamuju   Berawan  Berawan  Berawan
 Makassar   Cerah Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Kendari   Cerah Berawan  Berawan  Berawan
 Manado    Cerah  Berawan  Cerah Berawan
 Padang   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Palembang  Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Medan   Cerah  Cerah Berawan  Berawan

Ada Fenomena Super New Mon, BMKG Ingatkan Warga Sulut Waspada Banjir Rob

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Maritim Bitung mengimbau warga Sulut mewaspadai banjir pesisir atau banjir rob di bulan April 2025.

"Fenomena bulan purnama pada 13 April 2025 dan Super New Moon atau fase bulan perigee dan bulan baru pada tanggal 27 April 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," ungkap Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror pada, Minggu (13/4/2025).

 Dia mengatakan, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia termasuk di Sulut.

Banjir rob diperkirakan terjadi di pesisir utara Sulut tanggal 13-15 April 2025 dan 24-30 April 2025, serta di pesisir selatan Sulut tanggal 13-15 April 2025 dan 25-30 April 2025.

“Sementara di pesisir utara Kabupaten Kepulauan Sangihe dan pesisir timur Kabupaten Kepulauan Sangihe diperkirakan terjadi tanggal 13-14 April 2025 dan 24-30 April 2025,” tuturnya.

Selanjutnya di pesisir Utara Kabupaten Kepulauan Talaud, pesisir timur Kabupaten Kepulauan Talaud, pesisir Kota Bitung, pesisir Manado Tua (Kota Manado), pesisir Kabupaten Bolaang Mangondow Utara dan pesisir Likupang (Kabupaten Minahasa Utara) diperkirakan terjadi tanggal 13-15 April 2025 dan 25-30 April 2025.

“Potensi banjir pesisir tersebut secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” tuturnya.

Dia mengatakan, masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan informasi cuaca maritim dari BMKG.

“Warga yang melakukan aktivitas di luar rumah, terutama di wilayah pesisir untuk memperhatikan kondisi cuaca ini,” ujarnya.

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi Guncang Indonesia: Bogor, Banten, Maluku, dan Lainnya

Indonesia kembali diguncang serangkaian gempa bumi dalam beberapa bulan terakhir. Mulai dari gempa dangkal di Bogor yang terasa hingga Depok, hingga gempa berkekuatan magnitudo 5,3 di Banten dan beberapa gempa lainnya di Maluku dan wilayah lainnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan penjelasan terkait penyebab dan dampak dari gempa-gempa tersebut, serta imbauan kepada masyarakat.

Gempa tektonik berkekuatan M 4,1 mengguncang Kota Bogor dan sekitarnya pada Kamis, 10 April 2025, pukul 22:16 WIB. Gempa dangkal ini, dengan kedalaman 5 kilometer, berpusat di darat sekitar 2 kilometer Tenggara Kota Bogor. Getarannya terasa hingga Kabupaten Bogor dan Depok, menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan.

BMKG menjelaskan bahwa gempa disebabkan oleh aktivitas Sesar Citarik, dengan mekanisme geser mengiri. Empat gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil juga tercatat.

Selain gempa di Bogor, beberapa gempa lainnya juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Gempa di Banten pada 21 Desember 2024 berkekuatan magnitudo 5,3, sementara gempa di Maluku pada 14 Februari 2024 dan 25 Maret 2025 masing-masing berkekuatan magnitudo 5,2 dan 5,2.

Gempa-gempa ini terjadi di lokasi yang berbeda dan dengan kedalaman yang bervariasi, namun BMKG memastikan bahwa sebagian besar tidak berpotensi tsunami. Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6