Liputan6.com, Surabaya: Setelah tertunda beberapa kali, relokasi pedagang kaki lima di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, akhirnya berhasil. Pada Jumat (11/7), sejumlah kios pedagang dirobohkan dan dipindahkan ke Pasar Keputran bagian selatan Surabaya, atau tempat penampungan sementara pedagang Wonokromo di Jalan Achmad Yani. Pedagang yang semula hendak melawan hanya bisa pasrah ketika mengetahui kekuatan petugas yang merobohkan kios mereka ditambah dari Satuan Brigade Mobil Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya.
Meski proses pemindahan berlangsung tertib, Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya, masih memberi kesempatan kepada para pedagang untuk membongkar kios dagangannya sendiri. Jika tidak, petugas-lah yang membongkar paksa. Karenanya, dengan terpaks, para pedagang membongkar lapak dagangannya.
Selama proses relokasi, para pedagang yang kebanyakan tukang sayur dan buah-buahan ini tetap menyampaikan keberatannya dipindah ke Pasar Keputran. Sebab menurut mereka, barang yang dijual di pasar itu hasil kulakan. Namun apa daya, relokasi sudah berlangsung. Keberatan mereka tak ditanggapi. Bahkan supaya para pedagang tidak kembali lagi, di kawasan Wonokromo didirikan sebuah Pos Satpol PP untuk mengawasi pedagang yang membandel.
Menurut para pedagang tadi, sebenarnya mereka bukan tak mau berjualan di lokasi penampungan sementara. Tapi, kualitas dan ukuran kios yang tersedia di sana tak sesuai dengan yang dijanjikan Perusahaan Daerah Pasar Surya. Lagipula, PD Pasar Surya tak pernah melibatkan para pedagang dalam rencana relokasi tersebut [baca: Sebagian Pedagang Pasar Wonokromo Masih Bertahan]. "Kita ini ndak neko-neko [tidak aneh-aneh]. Ada dialog, kesepakatan dengan pedagang, kita mau pindah," kata pedagang bernama Arifin. Sayangnya, para pejabat di PD Pasar Surya selalu berkelit ketika dikonfirmasi soal keluhan pedagang tersebut.(DEN/Winanto Nugroho)
Meski proses pemindahan berlangsung tertib, Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya, masih memberi kesempatan kepada para pedagang untuk membongkar kios dagangannya sendiri. Jika tidak, petugas-lah yang membongkar paksa. Karenanya, dengan terpaks, para pedagang membongkar lapak dagangannya.
Selama proses relokasi, para pedagang yang kebanyakan tukang sayur dan buah-buahan ini tetap menyampaikan keberatannya dipindah ke Pasar Keputran. Sebab menurut mereka, barang yang dijual di pasar itu hasil kulakan. Namun apa daya, relokasi sudah berlangsung. Keberatan mereka tak ditanggapi. Bahkan supaya para pedagang tidak kembali lagi, di kawasan Wonokromo didirikan sebuah Pos Satpol PP untuk mengawasi pedagang yang membandel.
Menurut para pedagang tadi, sebenarnya mereka bukan tak mau berjualan di lokasi penampungan sementara. Tapi, kualitas dan ukuran kios yang tersedia di sana tak sesuai dengan yang dijanjikan Perusahaan Daerah Pasar Surya. Lagipula, PD Pasar Surya tak pernah melibatkan para pedagang dalam rencana relokasi tersebut [baca: Sebagian Pedagang Pasar Wonokromo Masih Bertahan]. "Kita ini ndak neko-neko [tidak aneh-aneh]. Ada dialog, kesepakatan dengan pedagang, kita mau pindah," kata pedagang bernama Arifin. Sayangnya, para pejabat di PD Pasar Surya selalu berkelit ketika dikonfirmasi soal keluhan pedagang tersebut.(DEN/Winanto Nugroho)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/395919/original/120703aPKL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238165/original/069215800_1783129384-mes9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288052/original/043334700_1783289642-000_B9BW8VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288258/original/062355500_1783308425-eng1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288078/original/014194100_1783298244-nor5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288067/original/059957100_1783296963-000_B9BZ2NC-Neymar.jpg)