Sukses

Perang Tarif Pesawat, Bus Padang-Jakarta Kolaps

Liputan6.com, Padang: Perang tarif pesawat udara mengakibatkan sejumlah bus jurusan Padang-Jakarta berhenti beroperasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun SCTV, saat ini, tinggal 12 dari 50 perusahaan bus yang masih melayani rute tersebut.

Menurut Direktur Perusahaan Bus ANS Wiliam Anas, sejak perang tarif pesawat, dari 200 armada bus yang dimiliki tinggal 100 unit yang beroperasi. Padahal dalam kondisi normal, untuk tujuan Jakarta, perusahaannya dapat mengoperasikan 20 unit bus per hari. Sekarang hanya tersisa enam unit yang dapat dioperasikan setiap harinya. Bila pemerintah tidak menetapkan batas bawah tarif pesawat, Wiliam Anas mengkhawatirkan enam dari delapan perusahaan bus di Padang akan bangkrut.

Di musim libur seperti sekarang mestinya calon penumpang menumpuk dan antre di loket-loket bus antarkota di Padang. Namun kenyataannya, loket tetap sepi. Kondisi ini kontras dengan jumlah penumpang yang antre memesan tiket di bandar udara. Malah, tiket untuk tanggal 6 Juli mendatang sudah ludes. Para operator penerbangan menyatakan, perang tarif sebatas ini masih normal dan menguntungkan tanpa mengurangi pelayanan.

Perang tarif pesawat juga dikeluhkan pengusaha bus jurusan Medan-Jakarta. Para penumpang kini lebih memilih menggunakan transportasi udara ketimbang darat mengingat perbedaan harga yang tipis, sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu saja. Itulah sebabnya, para pengusaha bus berencana menuntut Menteri Perhubungan ke meja hijau. Perang tarif itu sendiri sudah berlangsung selama dua tahun. Pesawat tujuan Medan-Jakarta memasang tarif antara Rp 360 hingga Rp 390 ribu per penumpang [baca: Tarif Pesawat Mengancam Bisnis Bus AKAP Medan-Jakarta].(YYT/Deni Risman)

    Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

    Tutup Video