80,95 Persen Publik Jakarta Puas, Pengamat: Batu Loncatan Anies Bertarung di Pilpres 2024

Pangi menilai, kinerja kepemimpinan yang bagus dan meraih banyak pencapaian sesuai harapan masyarakat, akan berbonus elektoral jika melihat dari sisi politik.

Diperbarui 22 Oktober 2022, 17:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 80,95 persen warga DKI Jakarta menyatakan puas atas kinerja dan kepemimpinan pasangan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria. Data tersebut terungkap dari hasil jajak pendapat publik Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang digelar secara daring pada Jumat, 21 Oktober 2022. 

Sejumlah progam seperti enam kartu kesejahteraan, pembangunan sistem transportasi terintegrasi, sarana dan prasarana publik seperti Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Taman Tebet, naturalisasi sungai hingga program pemberdayaan ekonomi OK OC, mendapatkan nilai kepuasan yang tinggi. 

Menanggapi hasil survei LSI tersebut, analis politik Pangi Syarwi Chaniago menyebutkan bahwa kinerja kepemimpinan yang bagus dan meraih banyak pencapaian sesuai harapan masyarakat, akan berbonus elektoral jika melihat dari sisi politik. 

"Indeks pengukuran kinerja yang baik adalah tingkat kepuasan publik, maka elektabilitas di sisi politik akan menjadi bonus saja” Pangi saat dikonfirmasi Sabtu (22/10/2022). 

Hal itu menurutnya wajar jika kemudian berujung pada elektabilitas yang tinggi, karena preferensi dan tingkat persepsi kepuasan masyarakat DKI Jakarta bagus terhadap kinerja Gubernur Anies Baswedan.

"Kinerja yang bagus dan tercapai sesuai ekspektasi publik, bonusnya adalah modal sosial atau elektoral. Tingkat kepuasan publik (approval rating) tentu bisa berpengaruh terhadap elektabilitas Anies Baswedan, dan kinerjanya yang bagus di DKI Jakarta bisa menjadi batu loncatan yang bagus baginya untuk bertarung pada konstestasi elektoral 2024”, ujar Pangi.

Persoalan elektabilitas sebagai bonus elektoral untuk 2024, lanjutnya, menjadi relevan ketika Anies Baswedan sudah diusung secara resmi oleh Partai Nasdem menjadi kandidat capres di Pilpres 2024. 

"Tingkat approval rating   Anies yang relatif bagus salah satu menjadi modal sosial atau elektoral beliau maju sebagai kontestan capres 2024. Apalagi Anies sudah dipinang Nasdem dan kemungkinan besar merapat juga partai Demokrat dan PKS untuk mengusungnya maju sebagai calon presiden 2024”, terang pendiri Lembaga Voxpol Center Research and Consulting ini.

Bagaimana pun juga, sambung Pangi, tidak bisa dipungkiri bahwa Jakarta adalah miniatur Indonesia, masyarakat punya persepsi tersendiri dan jutaan mata selalu melihat dan memperhatikan Jakarta sebagai ibu kota negara.

"Makanya tidak mengherankan siapapun yang menjadi Gubernur di DKI jakarta bisa menjadi loncatan menuju tangga Istana sepanjang antara tingkat kinerja dengan tingkat harapan atau ekspektasi masyarakat “klik” atau beririsan”, tutup Pangi Syarwi.

 

Respons Positif Masyarakat

Sebelumnya , Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan 80,9 persen masyarakat di DKI menyatakan puas atas kinerja Gubernur. Ini cukup tinggi dan konsisten dengan penilaian yang positif terhadap kondisi umum di Jakarta. 

Lebih lanjut, meski tak setinggi Anies, penilaian warga DKI terhadap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun positif. Sebanyak 61,7 persen warga DKI Jakarta puas atas kinerja Riza. 

"Penilaian positif juga diberikan kepada kinerja Wakil Gubernur, Ahmad Riza Patria, 71,7 persen warga DKI menyatakan puas atas kinerjanya," kata dia.

Djayadi menerangkan, terkait kondisi pelaksanaan pemerintahan DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies juga mendapat respons positif dari masyarakat.

Sebanyak 50,8 persen menilai baik, 26,8 persen menilai sedang, dan 7 persen menilai sangat baik. Sementara yang menilai buruk yakni sebanyak 14,1 persen, sangat buruk 0,9 persen, dan sisanya sebanyak 0,4 persen mengaku tak tahu atau tak menjawab.

Terkait kondisi ekonomi di DKI Jakarta selama dipimpin Anies dan Riza Patria, masyarakat juga masih menilai kondisi ekonomi di DKI Jakarta cenderung positif. Yakni 1,2 persen menilai sangat baik, 34 persen menilai baik, dan 37 persen sedang.

"Yang menilai ekonomi DKI buruk yakni sebanyak 25,8 persen dan sangat buruk 1,5 persen," kata Djayadi.

Adapun survei ini lakukan LSI pada 8-14 Oktober 2022 dengan melibatkan 610 responden berumur 17 tahun atau lebih, atau yang sudah menikah. Sampel diambil menggunakan metode multistage dengan margin of error lebih kurang empat persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Djayadi menambahkan bahwa secara umum 57, 8 persen warga Jakarta menilai kondisi pemerintahan DKI Jakarta baik menjelang berakhirnya tugas Anies Baswedan di Jakarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6