Perlintasan Sebidang KA di Latumenten Ditutup Permanen Akhir Tahun

Penutupan dilakukan setelah pembangunan Jalan Layang (Flyover) Latumenten selesai.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 13:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Perlintasan sebidang Latumenten ditutup setelah Flyover rampung Desember 2026.
  • Penutupan bertujuan tingkatkan keselamatan dan urai kemacetan di kawasan Grogol.
  • Akses jalan bawah flyover dan halte Transjakarta di atas tetap berfungsi.

Liputan6.com, Jakarta - Perlintasan sebidang kereta api di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, tepatnya di sekitar Stasiun Grogol, bakal ditutup. Tetapi, penutupan baru dilakukan setelah pembangunan Jalan Layang (Flyover) Latumenten rampung pada Desember 2026.

Nantinya, seluruh kendaraan bermotor diarahkan melintas melalui jalan layang sebagai upaya meningkatkan keselamatan sekaligus mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

"Kalau ini bisa selesai, maka kemacetan di lokasi ini, termasuk nanti akan diatur saya sudah mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Bina Marga yang di bawahnya ini ditutup," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).

Penutupan perlintasan sebidang merupakan bagian dari penataan lalu lintas setelah proyek Jalan Layang Latumenten selesai dibangun. Langkah itu juga bertujuan menghilangkan potensi kecelakaan akibat perlintasan kereta api.

"Sehingga dengan demikian, siapa pun harus naik ke atas karena supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga menimbulkan kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Bekasi pada waktu itu," ujarnya.

 

Progres Jalan Layang Latumenten

Pramono mengatakan Jalan Layang Latumenten menjadi salah satu proyek prioritas Pemprov DKI karena kawasan tersebut selama ini menjadi titik kemacetan yang terjadi hampir sepanjang hari.

"Maka ketika saya mendapatkan usulan tentang Flyover Latumenten untuk segera dikerjakan, saya menyampaikan bahwa ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di daerah Grogol, Pluit, Slipi, dan sebagainya," kata dia.

Pramono menyebut progres pembangunan Jalan Layang Latumenten telah mencapai 55,2 persen dengan anggaran Rp 259 miliar. Pemprov DKI menargetkan proyek tersebut selesai pada 15 Desember tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo memastikan penutupan hanya dilakukan pada perlintasan rel kereta api. Sementara itu, akses jalan di bawah jalan layang tetap dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk kendaraan yang ingin berputar balik dari arah utara maupun selatan.

"Nanti setelah ditutup perlintasannya, jalan ini tetap berfungsi. Jadi dari arah selatan mau balik ke selatan lagi, itu masih bisa dimanfaatkan untuk berputar di lokasi ini. Jadi ini tidak ditutup, yang ditutup hanya di perlintasan kereta api. Begitu pula yang dari arah utara, utara mau balik ke utara itu masih bisa berputar," jelas Heru.

Selain itu, kata Heru masyarakat tetap dapat memanfaatkan akses pejalan kaki menuju halte Transjakarta yang akan berada di atas jalan layang. Halte tersebut dibangun di sisi timur dan barat serta terhubung langsung dengan Stasiun Grogol untuk memudahkan perpindahan antarmoda.

"Masyarakat nanti bisa memanfaatkan karena jalan perlintasan ditutup bisa menyeberang ke sini untuk naik ke atas. Ke atas ini untuk naik ke halte Busway. Nantinya halte Busway ada di flyover, di atas," kata dia.

Penutupan perlintasan sebidang juga akan menghilangkan hambatan akibat buka-tutup pintu perlintasan setiap kali kereta melintas. Dengan begitu, arus kendaraan diperkirakan menjadi lebih lancar dan waktu tempuh pengguna jalan dapat berkurang sekitar 10–15 menit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6