Liputan6.com, Jakarta: Masalah laporan keuangan ganda Bank Lippo ikut menyeret Lin Che Wei. Pengamat pasar modal itu diadukan Komisaris Bank Lippo Rudi T. Bachrie ke Markas Besar Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis kemarin. Jumat (21/2), Rudi yang didamping pengacara O.C Kaligis membuat berita acara pemeriksaan soal analisis Che Wei di sebuah harian nasional. Menurut Rudi, pernyataan Che Wei bahwa pemilik lama Bank Lippo telah merampok negara, tidak berdasar dan fitnah. Atas dasar itulah, Che Wei bakal dituntut pasal pencemaran nama baik.
Selang beberapa jam kemudian Che Wei menggelar konferensi pers di Kantor Yayasan Harkat Bangsa di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Pada kesempatan tersebut, pria bertubuh subur ini menyatakan pengaduan tersebut adalah aksi teror. Dia juga menolak telah mencemarkan nama baik.
Lin Che Wei mengatakan artikel yang dimuat di Harian Umum Kompas itu semata-mata menunjukkan usaha dirinya untuk melindungi kepentingan pemegang saham secara keseluruhan, termasuk pemerintah yang memiliki 60 persen saham Bank Lippo. Buktinya, setelah artikel pertama tersebut dipublikasi, proses manipulasi saham di Bank Lippo langsung berhenti. Sebelumnya, harga saham Bank Lippo telah jatuh secara berkelanjutan karena adanya proses manipulasi.
Nama analisis pasar modal ini terkait diduga lantaran ulasannya tentang laporan ganda Bank Lippo periode September 2001 yang kini menjadi perhatian Badan Pengawas Perbankan Nasional (BPPN) dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) serta penurunan nilai aset bank tersebut. Selain itu, dia juga menggelar diskusi bersama Indef yang meminta komisaris independen Lippo diganti.
Rabu silam, pengamat ekonomi Faisal Basri--yang juga hadir dalam konferensi pers Lin Che Wei-- meminta BPPN dan Bapepam segera memeriksa Bank Lippo. Dia berharap pemeriksaan difokuskan pada kecurigaan adanya rekayasa pasar pada kejatuhan harga saham Bank Lippo. Menurut dia, BPPN bisa mencopot Mochtar Riady yang masih menjabat Komisaris Independen di Bank Lippo [baca: BPPN-Bapepam Diminta Segera Memeriksa Bank Lippo].(TNA/Rishnaldi)
Selang beberapa jam kemudian Che Wei menggelar konferensi pers di Kantor Yayasan Harkat Bangsa di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Pada kesempatan tersebut, pria bertubuh subur ini menyatakan pengaduan tersebut adalah aksi teror. Dia juga menolak telah mencemarkan nama baik.
Lin Che Wei mengatakan artikel yang dimuat di Harian Umum Kompas itu semata-mata menunjukkan usaha dirinya untuk melindungi kepentingan pemegang saham secara keseluruhan, termasuk pemerintah yang memiliki 60 persen saham Bank Lippo. Buktinya, setelah artikel pertama tersebut dipublikasi, proses manipulasi saham di Bank Lippo langsung berhenti. Sebelumnya, harga saham Bank Lippo telah jatuh secara berkelanjutan karena adanya proses manipulasi.
Nama analisis pasar modal ini terkait diduga lantaran ulasannya tentang laporan ganda Bank Lippo periode September 2001 yang kini menjadi perhatian Badan Pengawas Perbankan Nasional (BPPN) dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) serta penurunan nilai aset bank tersebut. Selain itu, dia juga menggelar diskusi bersama Indef yang meminta komisaris independen Lippo diganti.
Rabu silam, pengamat ekonomi Faisal Basri--yang juga hadir dalam konferensi pers Lin Che Wei-- meminta BPPN dan Bapepam segera memeriksa Bank Lippo. Dia berharap pemeriksaan difokuskan pada kecurigaan adanya rekayasa pasar pada kejatuhan harga saham Bank Lippo. Menurut dia, BPPN bisa mencopot Mochtar Riady yang masih menjabat Komisaris Independen di Bank Lippo [baca: BPPN-Bapepam Diminta Segera Memeriksa Bank Lippo].(TNA/Rishnaldi)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310444/original/096202200_1785317792-cek_fakta_-_pendamping_PKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/387859/original/210203dLipo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)