Sukses

Mulai Dibuka 2022, Terjadi Antrean Panjang Jemaah Calon Haji dari Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan perihal keberangkatan haji untuk jemaah internasional sudah mulai dibuka. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi melalui kanal Youtube Kemenlu RI pada 9 Oktober 2021 lalu.

Sebelumnya juga, Menteri Agama Yaqut Kholil Qoumas bertemu dengan Gubernur Makkah Khalid bin Faisal membahas mengenai pelaksanaan umrah.

Dari hasil pertemuan dnegan Gubernur Makkah, dipastikan bahwa umrah bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, belum diketahui informasi pasti mengenai pelaksanakan ibadah haji.

Anggota Komisi VIII Fraksi Golkar John Kennedy Azis mengatakan sudah dua tahun tidak ada ibadah haji, bukan karena pemerintah Indonesia tidak mampu mengirimkan jemaah dit engah pandemi, tetapi karena memang pemerintah Arab Saudi tidak membuka umrah dan haji untuk jemaah internasional.

"Banyak isu-isu yang tidak benar seperti pemerintah Indonesia tidak mampu memberangkatkan jemaah haji karena tidak membayar hutang. Yang benar bahwa tidak terlaksanakannya haji 2 tahun terakhir ini karena pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji diluar Arab Saudi," ujar Azis di Gedung DPR RI, Kamis (25/11/2021).

Ia menambahkan, dengan tidak terlaksananya haji 2 tahun belakangan, maka menyebabkan daftar antrean calon jemaah haji semakin panjang.

"Setiap tahunnya mengirim kuota sekitar 225 ribu jemaah haji Indonesia," kata Azis.

Dengan tidak adanya pelaksanaan haji pada 2020-2021, lanjut dia, otomatis menambah jumlah antrean mencapai 450 ribu jemaah calon haji.

Azis berharap pada 2022 akan terlaksana ibadah haji serta memohon doa dan dukungan kepada masyarakat.

2 dari 3 halaman

Membentuk Panja BPIH

Komisi VII DPR RI akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Haji pada Desember 2021 atau selambat-lambatnya Januari 2022.

Dengan adanya Panja Haji, Azis berharap dapat mengontrol kesiapan pemerintah mengenai instrumen pelaksanaan haji.

Panja Haji juga nantinya akan melaksanakan rapat-rapat dengan lembaga dan pihak terkait pelaksanaan haji menyangkut biaya haji apakah akan bertambah atau tidak.

"Sekarang ini kamu belum bisa memastikan apakah naik atau tidak (biaya), yang jelas kami sudah meminta kepada pemerintah dan BPKH supaya ongkos haji di thaun 2022 tidak naik, kalaupun naik tidak dalam jumlah yang signifikan," jelas Azis.

 

(Yunita Wisikaningsih)

3 dari 3 halaman

Tahun Kedua Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19