Sukses

Anies: Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 75 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Ibu Kota mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir.

Anies menyebut, kenaikan keterisian tempat tidur Covid-19 tersebut mencapai 30 persen, terhitung sejak 5 Juni 2021 lalu.

"Keterisian tempat tidur juga meningkat dari 45 persen pada 5 Juni jadi 75 persen hari ini. Walaupun tingkat kematian di Jakarta relatif stabil tidak mengalami perubahan signifikan," kata Anies di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (13/6/2021).

Dia menyebut Jakarta menghadapi gelombang baru peningkatan kasus Covid-19 usai Lebaran 2021. Selain Jakarta, Anies menyebut sejumlah wilayah di Indonesia juga mengalami hal yang sama.

"Lonjakannya mulai dirasakan hari-hari ini bukan hanya di Jakarta, tapi di berbagai wilayah di Indonesia," ucap dia.

Selain itu, Anies juga menyebut adanya peningkatan kasus aktif Covid-19 bila dibandingkan pada 6 Juni 2021.

"Beberapa hari ini kondisi di Jakarta amat mengkhawatirkan. Data menunjukkan 6 Juni angka kasus naik tujuh ribuan. Kasus aktif naik 11.500 jadi 17.400, naik 50 persen dalam satu minggu," paparnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyatakan positivity rate naik dari 9 persen menjadi 17 persen. Anies menyebut bahwa kemampuan testing Covid-19 sudah dilakukan empat kali lipat.

"Pekan ini ditingkatkan 8 kali lipat tapi tetap positivity rate-nya tinggi. Ini menunjukkan di luar sana ada peningkatan kasus yang amat signifikan," jelas Anies.

 

2 dari 4 halaman

19 Kasus Varian Baru

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendali Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyatakan pihaknya telah menemukan 19 kasus positif Covid-19 varian baru di Ibu Kota.

Kata dia, beberapa di antaranya pasien memiliki riwayat melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Terdapat 19 kasus variant of concern mutasi virus baru yang ditemukan di DKI Jakarta, di mana 18 di antaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dan satu kasus transmisi lokal," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Lanjut dia, pihaknya terus aktif melakukan pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing (WGS). Hal tersebut untuk mendeteksi adanya varian baru Covid-19.

"Pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing/WGS, di mana sebanyak 649 sampel sudah diperiksa," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Infografis Awas Lonjakan Covid-19 Libur Lebaran

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: