Sukses

Inafis Polri Cek CCTV Bandara Soetta Guna Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021 lalu.

Pada hari ini, Senin (18/1/2021) merupakan hari terakhir pencarian perpanjangan terhadap korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Meski begitu, proses identifikasi jenazah korban masih terus berlanjut. Sejauh ini, Polri baru berhasil mengidentifikasi 29 korban.

Kasubag Ren Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri AKBP Yani menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan database untuk membantu proses identifikasi.

Salah satunya, kata dia, dengan mengecek CCTV di Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta, Tangerang, Banten.

"Saat ini, Inafis sudah mengantongi data dari CCTV, nanti CCTV yang ada di bandara, sebelum korban memasuki pesawat akan dianalisis dari alat kami," ujar Yani saat jumpa pers di RS Polri, Senin (18/1/2021).

Yani berharap dengan melakukan pemeriksaan dan analisis melalui CCTV, timnya dapat mengetahui data yang lebih jelas terkait korban. Hal tersebut karena potongan tubuh yang didapat oleh tim evakuasi tidak seluruhnya memiliki sidik jari.

"Terkait dengan sidik jari memang, saat ini kami belum mendapatkan hasil. Tetapi mudah-mudahan melalui analisis CCTV yang diperoleh, bisa lebih mendukung terkait dengan kejelasan data korban," jelas Yani.

Sampai Senin pagi ini (18/1/2021), tim DVI Polri baru berhasil mengidentifikasi 29 korban penumpang jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Dan masih tersisa tersisa 33 orang lainnya yang belum teridentifikasi.

2 dari 3 halaman

Terima 308 Kantong Bagian Tubuh

Sebelumnya, Rumah Sakit Polri telah menerima total sebanyak 308 kantong berisi body part atau bagian tubuh selama operasi pencarian dan evakuasi operasi Tim SAR pesawat Sriwijaya SJ 182, di perairan Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu.

"Sampai hari ini, kami telah menerima sebanyak 308 kantong (jenazah) dari fase 1 di Tanjung Priok," sebut Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko, saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (18/1/2021).

Selain itu, Hery mengatakan bila Tim DVI Polri juga telah lengkap menerima laporan orang hilang 62 laporan terdiri dari 32 laki-laki dan 30 perempuan. Namun demikian pihaknya masih membutuhkan data-data pelengkap guna proses identifikasi.

"Kami tetap memerlukan data-data pelengkap. Sampai hari ini, kami telah meberima sampel dan melakukan pemeriksaan sebanyak 438 sampel DNA, baik itu antemortem ataupun postmortem," ucap dia.

Kemudian untuk kegiatan identifikasi hari ini, lanjutnya, Tim DVI akan membentuk pemeriksaan empat meja di postmortem untik untuk memeriksan dua kantong yang kemarin baru diserahkan.

"Untuk properti kami menerima sebanyak 168 kantong. Update teridentifikasi, kami telah melakukan identifikasi sebanyak 29 korban, dan 15 diantaranya sudah diserahkan ke keluarga," jelas Hery.

 

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber : Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: