Liputan6.com, Jakarta: Markas Besar Polri menunjuk Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi I Made Mangku Pastika sebagai Ketua Tim Investigasi Kasus Peledakan Bom Bali. Made Pastika akan membawahi tim-tim ahli beberapa negara asing seperti Australia, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Selandia Baru, dan Inggris. Perwira bintang dua ditunjuk karena dinilai memiliki cukup pengalaman dan keahlian berbicara dalam enam bahasa, sehingga mampu mengkoordinir tim. Demikian dinyatakan Kepala Badan Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Saleh Saaf di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/10) siang.
Saleh menjelaskan, mulai Kamis besok, Made Pastika resmi menjalankan tugas sebagai ketua tim. Selain keahlian yang dimiliki, penunjukan itu juga karena Made Pastika adalah asli putra Bali sehingga memahami kultur di Pulau Dewata. Saleh menjelaskan, tugas Made Pastika nantinya adalah berkoordinasi dengan tim ahli dari enam negara tersebut. Saleh membantah jika penunjukan Made Pastika itu sekaligus untuk menggantikan posisi Kapolda Bali Brigadir Jenderal Polisi Budi Setiawan. "Tidak benar Kapolda Bali akan diganti. Yang benar adalah penunjukan Made Pastika sebagai Ketua Tim Investigasi," kata Saleh.
Sementara itu tadi siang, Tim Forensik Mabes Polri masih terus menyelidiki di tempat kejadian peledakan bom di depan Diskotek Sari Club, Jalan Legian, Kuta, Bali. Identifikasi difokuskan di titik ledakan atau Zero Point yang telah menjadi lubang menganga berukuran 4X5 meter dengan kedalaman satu setengah meter. Penyelidikan yang telah melibatkan Tim Forensik dari Australia dan Jepang itu untuk memastikan jenis bahan peledak.
Sebelumnya Kapolda Bali Brigjen Pol. Budi Setyawan telah memastikan bahwa bahan peledak berasal dari RDX (Cyclotrimethylenetrinitramine). Bahan peledak turunan ANX dan nitrat yang berdaya ledak sangat tinggi [baca: Kapolri: Belum Ada Kelompok Tersangka Kasus Bali]. Kepala Polri Jenderal Pol. Da`i Bachtiar juga sempat menyebutkan, bom berasal dari bahan peledak jenis C-4. Namun rupanya, itu baru indikasi awal.
Selain di titik ledakan, Tim Penyelidik Gabungan juga mengidentifikasi reruntuhan bangunan Sari Club dan bangunan lain di sekitarnya. Diharapkan bisa diketahui daya ledak dan radius ledakan. Di tempat ini, tim menemukan lagi sejumlah sisa potongan tubuh korban.
Tragedi Bali masih menyisakan kepedihan yang mendalam. Karena itu, doa bersama terus dilakukan sejumlah warga dan turis yang masih berada di Bali [baca: Warga Bali Terus Menggelar Doa Bersama]. Bahkan tadi siang, peserta doa bertambah dengan hadirnya para tokoh adat serta jemaat dari Keuskupan Bali. Doa juga dilaksanakan di dekat lokasi ledakan. Seusai melaksanakan doa bersama, para peserta meletakkan karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Saleh menjelaskan, mulai Kamis besok, Made Pastika resmi menjalankan tugas sebagai ketua tim. Selain keahlian yang dimiliki, penunjukan itu juga karena Made Pastika adalah asli putra Bali sehingga memahami kultur di Pulau Dewata. Saleh menjelaskan, tugas Made Pastika nantinya adalah berkoordinasi dengan tim ahli dari enam negara tersebut. Saleh membantah jika penunjukan Made Pastika itu sekaligus untuk menggantikan posisi Kapolda Bali Brigadir Jenderal Polisi Budi Setiawan. "Tidak benar Kapolda Bali akan diganti. Yang benar adalah penunjukan Made Pastika sebagai Ketua Tim Investigasi," kata Saleh.
Sementara itu tadi siang, Tim Forensik Mabes Polri masih terus menyelidiki di tempat kejadian peledakan bom di depan Diskotek Sari Club, Jalan Legian, Kuta, Bali. Identifikasi difokuskan di titik ledakan atau Zero Point yang telah menjadi lubang menganga berukuran 4X5 meter dengan kedalaman satu setengah meter. Penyelidikan yang telah melibatkan Tim Forensik dari Australia dan Jepang itu untuk memastikan jenis bahan peledak.
Sebelumnya Kapolda Bali Brigjen Pol. Budi Setyawan telah memastikan bahwa bahan peledak berasal dari RDX (Cyclotrimethylenetrinitramine). Bahan peledak turunan ANX dan nitrat yang berdaya ledak sangat tinggi [baca: Kapolri: Belum Ada Kelompok Tersangka Kasus Bali]. Kepala Polri Jenderal Pol. Da`i Bachtiar juga sempat menyebutkan, bom berasal dari bahan peledak jenis C-4. Namun rupanya, itu baru indikasi awal.
Selain di titik ledakan, Tim Penyelidik Gabungan juga mengidentifikasi reruntuhan bangunan Sari Club dan bangunan lain di sekitarnya. Diharapkan bisa diketahui daya ledak dan radius ledakan. Di tempat ini, tim menemukan lagi sejumlah sisa potongan tubuh korban.
Tragedi Bali masih menyisakan kepedihan yang mendalam. Karena itu, doa bersama terus dilakukan sejumlah warga dan turis yang masih berada di Bali [baca: Warga Bali Terus Menggelar Doa Bersama]. Bahkan tadi siang, peserta doa bertambah dengan hadirnya para tokoh adat serta jemaat dari Keuskupan Bali. Doa juga dilaksanakan di dekat lokasi ledakan. Seusai melaksanakan doa bersama, para peserta meletakkan karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540003/original/047682600_1774673984-Klaim_nasaruddin_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/381456/original/161002cPolda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)