Sukses

Mulai Gelar Salat Jumat, Sebagian Masjid di Jakarta Butuh Thermo Gun

Liputan6.com, Jakarta Ketua Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) DKI Jakarta, Henda Yusamtha mengungkapkan sekitar 60 persen masjid di Jakarta telah menggelar salat Jumat berjemaah  pada pekan lalu. Ini merupakan salat Jumat pertama selama pandemi Covid-19.

"Secara garis besar 60 persen melaksanakan salat Jumat. Sisanya tidak melaksanakan," ujarnya dalam Talk Show Salat Jumat di Masa Pandemi yang disiarkan YouTube BNPB Indonesia, Kamis (11/6/2020).

Menurut Henda, data ini diperoleh dari laporan jaringan JPRMI yang ada di seluruh Jakarta. Dia menjelaskan, 40 persen masjid belum berani melaksanakan salat Jumat pekan lalu karena beragam alasan.

Pertama, informasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi DKI bahwa masjid sudah boleh melaksanakan salat Jumat dengan syarat menerapkan protokol kesehatan terlalu mendadak. Sehingga Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Remaja Masjid belum mempersiapkan diri.

Kedua, alasan keamanan. Henda menyebut, masih ada masjid di DKI Jakarta belum memiliki alat pengukur suhu tubuh yang cukup untuk mengukur suhu tubuh para jemaah.

Sejumlah masjid juga belum memiliki fasilitas cuci tangan. Karena itu, mereka memutuskan menunda pelaksanaan salat Jumat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Contoh di Masjid Muhajirin Pondok Kopi, mereka  khawatir karena di daerah zona merah, daerah keramaian jalan raya. Akhirnya para pengurus memutuskan belum turun," sambungnya.

 

2 dari 3 halaman

Butuh Kedisiplinan Jemaah

Henda melanjutkan, pelaksanaan salat Jumat di beberapa masjid di Jakarta pekan lalu cukup mengkhawatirkan. Sebab, terjadi penumpukan akibat pemeriksaan suhu tubuh jemaah sebelum masuk masjid.

"Di sebuah masjid antre panjang karena thermo gun cuma cuma punya satu. Justru terjadi keramaian, penumpukan di pintu masuk," ujarnya.

Meski demikian, dia memastikan sebagian besar masjid di DKI Jakarta melaksanakan salat Jumat sesuai anjuran pemerintah. Para jemaah disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak fisik sekitar satu meter.

"Semua berjarak 1 meter untuk informasi yang masuk pada kami," pungkasnya.

 

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: