Warga Menyabung Nyawa Meniti di Jembatan Putus

Warga dan pelajar di Kelurahan Lambung Bukik, Padang, Sumatera Barat, harus menyabung nyawa untuk beraktivitas setiap hari. Mereka bergelantungan di kawat sisa-sisa jembatanyang putus sejak dua tahun terakhir. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut.

Diterbitkan 12 Juli 2012, 00:52 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Padang: Warga dan para pelajar kelurahan Lambung Bukik, Padang, Sumatera Barat, bertaruh nyawa setiap hari berangkat dari rumah untuk beraktivitas. Mereka harus bergelantungan di jembatan yang sudah ambruk ini.

Pantauan SCTV, Rabu (11/7), meski tangan dan kaki sejumlah pelajar hanya bertumpu pada kawat jembatan yang masih tersisa namun mereka tetap bersemangat pergi ke sekolah yang berjarak dua kilometer dari rumah.

Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya penghubung desa ini putus dua tahun silam karena kondisinya yang sudah tua. Warga pun tak punya jalan lain untuk keluar masuk desa. Selain bergelantungan, sebagian warga kerap nekat menyeberangi sungai yang terkadang berarus deras itu.

Warga pun berharap pemerintah setempat segera memperbaiki jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian mereka.(ADI)


Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6