Liputan6.com, Jakarta Coba perhatikan saat kamu makan bareng teman di sebuah restoran. Ada yang langsung memesan hidangan andalannya, tapi ada pula yang justru melewatkan menu favorit demi mencicipi sesuatu yang belum pernah ia coba.
Kebiasaan kecil ini ternyata menyimpan makna yang besar. Ciri orang yang selalu coba menu baru daripada pesan menu favorit menurut psikologi bisa terbaca jelas dari cara mereka mengambil keputusan di meja makan.
Mengutip Psychology Today, orang dengan tingkat keterbukaan terhadap pengalaman yang tinggi cenderung menikmati hal-hal baru dan jarang takut mencoba makanan asing. Dari titik inilah kita bisa menelusuri lebih jauh ciri orang yang selalu coba menu baru daripada pesan menu favorit menurut psikologi.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026).
Apa Itu Kebiasaan Selalu Mencoba Menu Baru Menurut Psikologi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4272690/original/048657700_1672026652-karsten-winegeart-rI-H4uvJceI-unsplash.jpg)
Langkah pertama memahami topik ini adalah mengenal istilahnya. Dalam psikologi makanan, kecenderungan selalu memilih hidangan baru dikenal sebagai food neophilia, yaitu ketertarikan untuk mencoba makanan yang asing atau belum pernah dirasakan. Kebalikannya adalah food neophobia, yakni rasa enggan bahkan takut terhadap makanan baru.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Academia.edu, food neophilia merupakan komponen aktif pencarian variasi dalam kepribadian makan seseorang sekaligus kunci untuk memahami kecenderungan seseorang terhadap makanan. Sifat keterbukaan dan ekstroversi disebut menjadi pendorong utama di baliknya.
Dalam praktiknya, orang seperti ini memperlakukan buku menu layaknya peta petualangan. Contoh sederhananya, bayangkan teman yang selalu memesan varian kopi berbeda setiap datang ke kafe, atau rekan kerja yang antusias mencicipi makanan khas daerah saat dinas ke luar kota. Fenomena ini mirip dengan cara banyak orang membaca kepribadian lewat makanan favorit mereka.
Kebiasaan menebak sifat lewat makanan memang populer, mulai dari kepribadian berdasarkan rasa makanan, tipe kepribadian dari camilan, sampai cara seseorang makan es krim. Semua itu menunjukkan bahwa pilihan di meja makan jarang benar-benar acak.
Advertisement
Ciri Orang yang Selalu Coba Menu Baru Daripada Pesan Menu Favorit Menurut Psikologi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365517/original/095119900_1791182088-streets-of-food-oB-C6LiNXf4-unsplash.jpg)
Lalu, seperti apa tanda-tandanya dalam keseharian? Berikut sejumlah ciri orang yang selalu coba menu baru daripada pesan menu favorit menurut psikologi yang paling sering terlihat, dan ini berbeda dari pendekatan yang cuma menilai kepribadian dari makanan kesukaan yang itu-itu saja.
Mengacu pada ulasan psikologi makanan yang dihimpun CliffsNotes, individu dengan skor keterbukaan tinggi umumnya petualang dan penuh rasa ingin tahu, sehingga lebih mungkin mencoba makanan baru dan eksotis serta jarang menjadi pemilih makanan. Karakter inti itulah yang kemudian menurun ke berbagai kebiasaan berikut.
- Punya keterbukaan terhadap pengalaman yang tinggi. Mereka penasaran, kreatif, dan terbuka pada ide baru, termasuk soal cita rasa. Memesan menu baru menjadi cara paling mudah untuk memuaskan rasa ingin tahu itu.
- Berjiwa petualang dan berani ambil risiko. Bagi mereka, salah pesan bukan bencana, melainkan bagian dari keseruan. Sikap ini mirip dengan jiwa petualang yang tak takut pada pengalaman baru.
- Mudah bosan dan tak betah di zona nyaman. Memesan hidangan yang sama terus-menerus terasa monoton bagi mereka. Justru mereka merasa lebih hidup ketika berani keluar dari zona nyaman.
- Cenderung ekstrovert dan mudah bergaul. Banyak di antara mereka punya kepribadian ekstrovert yang senang mencari pengalaman serta suasana baru. Suasana restoran yang ramai sering jadi tempat ideal untuk bereksperimen rasa.
- Nyaris tak pernah takut pada makanan baru. Mereka relatif bebas dari food neophobia, sehingga hidangan asing terlihat menantang, bukan menakutkan. Tekstur atau rasa yang tak biasa justru memancing rasa penasaran.
- Lebih kreatif dan imajinatif. Keterbukaan yang sama membuat mereka gemar memadukan hal-hal yang jarang disandingkan. Tak heran, mereka suka mencampur menu atau meminta modifikasi saat memesan.
- Pengambil keputusan yang digerakkan rasa penasaran. Mereka cepat memutuskan karena fokus pada peluang menemukan rasa baru, bukan pada risiko kekecewaan. Dorongan untuk "meraih" sesuatu yang lebih menarik sering mengalahkan keinginan bermain aman.
- Memandang makan sebagai pengalaman, bukan sekadar rutinitas. Bagi mereka, makan di luar adalah kesempatan berpetualang, bukan sekadar mengisi perut. Itulah kenapa menu favorit sering dilewati demi sensasi baru.
Manfaat Punya Kebiasaan Suka Mencoba Menu Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364734/original/021989300_1791022288-Depositphotos_326317682_L.jpg)
Manfaat utama kebiasaan ini bagi kamu adalah hidup yang terasa lebih kaya dan berwarna. Dampaknya pun merembet ke banyak aspek, jauh melampaui sekadar menebak makanan favorit yang mengungkap kepribadian.
Merujuk sebuah studi konsumsi buah dan sayur yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information (NCBI), keterbukaan menjadi sifat yang paling konsisten berkaitan dengan pola makan sehat, di mana orang yang lebih terbuka melaporkan asupan buah dan sayur yang lebih banyak. Berikut sejumlah manfaat praktis yang bisa kamu rasakan.
- Pola makan lebih sehat dan bervariasi. Karena terbuka pada rasa baru, mereka tak gampang menolak sayur atau bahan sehat yang tidak biasa. Mereka pun lebih mudah menerima menu sayur favorit yang beragam.
- Melatih kreativitas. Sebagaimana diungkapkan studi yang terindeks di ResearchGate, keterbukaan berpengaruh positif pada potensi kreativitas, sementara food neophobia justru menekannya.
- Mudah beradaptasi di lingkungan baru. Terbiasa menghadapi hal tak terduga di meja makan membuat mereka lentur saat menghadapi perubahan. Pola ini sejalan dengan kepribadian adaptif.
- Memperluas wawasan dan relasi sosial. Mencoba kuliner berbeda membuka obrolan baru dan koneksi dengan banyak orang. Mereka jadi sosok yang pandai beradaptasi di berbagai situasi.
- Terlatih mengambil keputusan dengan percaya diri. Memutuskan cepat tanpa terjebak keraguan adalah otot mental yang terus terasah setiap kali memesan menu baru.
Advertisement
Tips Menyeimbangkan Rasa Penasaran dan Zona Nyaman Saat Memesan Makanan
Suka mencoba menu baru itu menyenangkan, tetapi tetap butuh keseimbangan agar tidak kebablasan. Berikut langkah praktis yang bisa kamu terapkan.
- Mulai dari variasi kecil. Tidak perlu langsung memesan menu paling ekstrem. Kamu bisa mencoba hal baru secara bertahap, misalnya mengganti satu lauk atau topping dulu.
- Ajak teman berbagi menu. Pesan beberapa hidangan berbeda lalu cicipi bersama. Cara ini cocok untuk kamu yang punya sikap antusias pada pengalaman baru.
- Sisakan satu menu aman. Pilih satu hidangan baru dan satu yang sudah kamu percaya, supaya tetap ada jaring pengaman jika rasanya kurang cocok.
- Catat pengalaman rasa. Simpan daftar menu yang berkesan agar eksperimenmu lebih terarah dan tidak sekadar coba-coba.
- Hargai gaya makan orang lain. Tidak semua orang suka bereksperimen, dan itu wajar. Sama seperti ketika mengikuti tes kepribadian lewat makanan, hasilnya hanya gambaran, bukan patokan mutlak.
Tips singkat: tetapkan "hari eksperimen" khusus, misalnya sekali seminggu, supaya rasa penasaran tersalurkan tanpa menguras dompet maupun waktu.
Pada akhirnya, ciri orang yang selalu coba menu baru daripada pesan menu favorit menurut psikologi bukanlah ukuran baik atau buruk. Baik kamu si petualang rasa maupun si setia menu andalan, keduanya sama-sama mencerminkan cara unik menikmati hidup lewat sepiring makanan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Mencoba Menu Baru
Apakah suka mencoba menu baru termasuk gangguan psikologis?
Tidak. Kebiasaan ini umumnya dikaitkan dengan sifat keterbukaan dan rasa ingin tahu yang sehat, bukan gangguan. Selama tidak membahayakan kesehatan atau keuangan, mencoba menu baru justru memperkaya pengalaman dan memperluas selera.
Apa bedanya food neophilia dan food neophobia?
Food neophilia adalah ketertarikan untuk mencoba makanan baru, sedangkan food neophobia adalah rasa enggan atau takut terhadap makanan yang belum dikenal. Keduanya berada di dua ujung spektrum yang sama, dan kebanyakan orang berada di antaranya.
Bagaimana cara melatih diri agar lebih berani mencoba menu baru?
Mulailah dari perubahan kecil, ajak teman berbagi porsi, dan beri dirimu izin untuk sesekali gagal menemukan rasa yang pas. Semakin sering mencoba, semakin terbiasa kamu keluar dari zona nyaman dan menikmati variasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361682/original/008171000_1790744288-pexels-rdne-6645921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365434/original/034558500_1791177803-WhatsApp_Image_2026-10-05_at_12.22.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574795/original/070414000_1694659547-cake-with-party-hat-present.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369009/original/003027800_1791457328-sensual-photo-cute-little-girl-people-walks-outside-woman-brown-coat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325045/original/078113100_1755923869-jonas-leupe-QQ2d5naZee0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358153/original/062504800_1790324456-01M3B1JTDTZJ563VW9AYZD409T.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355787/original/021916700_1790142057-01M34AVCAA3EADSK3NRPHMXQJN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369935/original/003112900_1791540970-12a26282-235b-4a28-a071-bfb9300237a3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358152/original/069001400_1790324455-01M3B1K2A7WQ7GNNJQ9ERZXDPP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4678238/original/063161000_1701955080-Ilustrasi_main_HP__tebak-tebakan_lucu.jpg)